BI Teken Kerjasama Dengan TNI, Ajak Petani Tanam Cabai

Kepala Perwakilan BI Gorontalo Dr. Suryono berjabat erat dengan Dandim 1304 Letkol Inf Dadang Ismail Marzuki, usai penandatanganan kerja sama, Jumat (9/6). (Abink/RG)

RadarGorontalo.com – Ini adalah salah satu cara Bank Indonesia (BI) perwakilan Provinsi Gorontalo, menekan lonjakan harga bahan pokok, khususnya komoditi cabai alias rica. Masyarakat petani khususnya mulai didorong untuk menanam cabai, yang diyakini bisa memberikan keuntungan lebih besar. Dan Jumat (9/6), dilakukan penandatanganan kerjasama antara BI dengan Kodim 1304 Gorontalo, dalam pengembangan demplot cabai.

Ditemui usai kegiatan, Kepala BI Perwakilan Gorontalo Suryono menuturkan, salah satu penyumbang inflasi terbesar di Gorontalo adalah cabai, dan itu terjadi berulang-ulang. Nah, sebagai lembaga yang bertugas mengendalikan inflasi, maka BI harus memikirkan terobosan untuk mengatasi itu. Salah satunya membangun kerjasama dengan TNI dalam hal ini Kodim 1304, untuk pembuatan semacam demplot atau percontohan tanaman cabai yang akan ditanam di atas lahan seluas 2 sampai 3 hektar. Pengelolaanya pun, akan diserahkan ke petani binaaan Kodim. “Saya berharap dandim dan jajaran untuk monitor dan mengawasi” ujarnya.

Suryono mengilustrasikan, dalam 1 hektar lahan bisa menghasilan 15 ribu ton cabai, dikali dua hektar maka ada 30 ton cabai. Bayangkan jika dikalikan harga sekarang Rp. 50 ribu/kg, maka hasil yang diraih ada 150 juta dalam sekali panen. Dengan biaya operasional yang tergolong sedikit, maka ini akan memberikan keuntungan luar biasa bagi petani. “mesti ada pergeseran dari komoditi yang ditanam. Cabe dan bawang merah sangat menguntungkan, tapi tak boleh juga meninggalkan jagung dan padi sebagai komoditas unggulan di Gorontalo,” paparnya, sembari menambahkan jika percontohan ini berhasil, maka bantuannya akan ditambah.

Hal senada juga diungkap Kosasih Kepala Tim Advisory dan Pengembangan Ekonomi BI. Menurutnya, kerjasama ini tak cuma di sisi pembuatan demplot, tapi nantinya untuk peningkatan kesejahteraan petani, pihaknya juga akan mengajarkan para petani bagaimana membuat pembukuan untuk pemanfaatan keuntungan. Jadi tak semuanya harus dipakai untuk konsumsi. Bahkan, nanti juga akan didatangkan para tenaga ahli pertanian untuk mengajar para petani bagaimana meningkatan produksi.

Dandim Letkol Inf Dadang Ismail Marzuki menuturkan, potensi tanaman cabai sangatlah tinggi. Disela-sela permintaan yang begitu tinggi, produksinya sedikit. Kami akhirnya bangun komunikasi dengan BI hingga berkahir dengan kerjasama. “Insya Allah kerjasama ini bisa berdampak pada pengendalian inflasi, pengembangan sumber daya manusia dan lain2,” pungkasnya.

Sementara itu, dihari yang sama BI untuk kedua kalinya menggelar buka puasa bersama dengan anak yatim dan pondok pesantren. Hanya saja, kemarin buka puasa juga dihadiri oleh mahasiswa penerima beasiswa BI yang tergabung dalam komunitas Generasi Baru Indonesia (Genbi). “bulan Ramadhan ini, kita harus banyak bersedekah dan berbagi dengan saudara kita yang kurang beruntung,” ujar Kepala BI Suryono, yang dalam kesempatan itu secara simbolis menyerahkan bantuan kepada panti asuhan dan pondok pesantren. (rg-34)

Berita Terkait

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *