BI Klarifikasi Soal Isu Hoax Uang Rupiah

Uang Rupiah Baru (viva)

Rectoverso Bukan Palu Arit

RadarGorontalo.com – 11 pecahan uang rupiah tahun emisi (TE) 2016 yang resmi dikeluarkan Desember silam, hingga kini terus diterpa isu miring hingga informasi bohong alias hoax, yang membingungkan masyarakat. Bank Indonesia harus angkat bicara, untuk mengklarifikasi berbagai berita bohong itu.

Kepala Bank Indonesia perwakilan Gorontalo Suryono menjelaskan, ada lima berita hoax yang digembar-gemborkan, terkait pencetakan uang tahun emisi 2016. Pertama soal gambar palu arit di sudut kiri atas. “ini tidak benar” kata Suryono. Dijelaskannya, Gambar yang dimaksud itu adalah rectoverso atau gambar saling isi. Itu bagian dari unsur pengamanan. Rectoverso adalah teknik cetak khusus pada uang kertas, dimana pada posisi yang sama dan saling membelakangi. Bagian depan dan belakangnya, seperti gambar tak beraturan. Tapi kalau diterawang ke arah cahaya, akan terlihat seperti gambar saling isi. Dan sejauh ini, rectoverso unsur pengaman yang sulit dipalsukan.

Di negara-negara lain, rectoverso juga digunakan yang tentunya dengan ornamen berbeda. Penggunaan rectoverso sendiri, sudah diketahui seluruh unsur Botasupal (BIN, Polri, Kejaksaan, BI dan Kemenkeu). Artinya, jika itu benar gambar palu arit, maka sudah sejak dulu BI ditegur.

Info hoax kedua adalah, uang tahun emisi 2016 dianggap mirip mata uang Yuan china. Ini tidak sepenuhnya benar. Warna uang TE 2016, sudah sesuai dengan standar bank sentral di seluruh dunia dan tidak dimiripkan dengan uang Yuan. Penggunaan warna pada setiap uang kertas sebagai unsur pembeda, sudah melalui hasil survei yang dilakukan BI, berdasarkan persepsi masyarakat indonesia saat membedakan pecahan uang kertas berdasarkan warna. Dan warna-warna unik itu, dibuat oleh perusahaan tinta security. Dan perusahaan yang memiliki teknologi seperti itu, hanya ada di Swiss, Jerman, Inggris dan Amerika Serikat.

Ketiga tudingan, uang rupiah tahun emisi 2016 dicetak oleh PT. Pura Barutama (PBT) Kudus. Ini sangat tidak benar. Karena, sesuaiĀ  pasal 14, UU nomor 7 tahun 2011, tnetang mata uang, jelas disebutkan pencetakan uang dilakukan BI di dalam negeri, dengan menunjuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam hal ini Peruri. Sejak UU ini keluar, BI dan Peruri memastikan proses pencetakan uang tidak pernah dilakukan oleh PBT. Yang benar PBT adalah satu dari 15 produsen pemasok kertas uang rupiah dari luar negeri.

Soal pemilihan pahhlawan nasional dan penetapan gambar pahlawan pada uang rupiah tahun emisi 2016, dalam pasal 6 Undang-undang mata uang, pemuatan gambar tidak memuat orang yang masih hidup. Dalam pasal 7, disebutkan gambar pahlawan nasional dan atau presiden dicantumkan sebagai gambar utama pada bagian depan uang rupiah. Dan penentuannya, sudai melalui focus group discussion yang melibatkan akademisi dan sejarawan serta instansiĀ  pemerintah pusat terkait. Begitu juga dengan isu, uang rupiah tahun emisi 2016 dicetak dengan skema plus 1. itu adalah isu tak benar. (rg-34)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.