BI Bantu Satu Unit Pick Up ke Kelompok Koperasi

Kepala BI perwakilan Gorontalo Suryono (baju merah), bersama pejabat BI lainnya usai penyerahan bantuan ke koperasi, Rabu (28/12)

RadarGorontalo.com – Sebagai wujud komitmen Bank Indonesia dalam mendukung peningkatan perekonomian daerah, Rabu (28/12), Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Gorontalo menyerahkan bantuan Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) berupa satu unit kendaraan roda empat jenis Pick Up kepada Koperasi Serba Usaha (KSU) Padu Alam Laut yang berlokasi di Desa Molingkapoto, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara.

Sebelum memperoleh bantuan dari Bank Indonesia, KSU Padu Alam Laut merupakan mitra Bank Indonesia pada pelaksanaan penelitan pilot project peningkatan akses jasa keuangan pada kelompok masyarakat pesisir sektor perikanan tangkap. Selain di Gorontalo, penelitian serupa juga dilaksanakan di Kabupaten Demak, Provinsi Jawa Tengah. Pemilihan dua lokasi tersebut dikarenakan Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Demak merupakan dua daerah dengan potensi sumber daya laut yang besar namun belum diimbangi dengan kemudahan masyarakat dalam mengakses jasa keuangan.

Dengan adanya penelitian tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kelompok masyarakat yang terhubung dengan akses jasa keuangan sehingga berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan. Sebagai bentuk tindak lanjut terhadap pelaksanaan penelitian dimaksud, Bank Indonesia menyadari bahwa kelompok koperasi memiliki potensi untuk dapat lebih mengembangkan kegiatan usahanya. Adapun sampai dengan saat ini kegiatan usaha yang telah dilakukan oleh Koperasi Padu Alam Laut antara lain pembuatan es batu, fasilitasi cold storage perdagangan ikan, pelaksanaan simpan pinjam serta pemasaran produk olahan ikan.

Akan tetapi yang masih menjadi kendala pihak koperasi saat ini adalah lokasi para anggota kelompok yang berjauhan sehingga fasilitas cold storage yang ada belum dapat dimanfaatkan secara maksimal. Melihat kondisi tersebut, pemberian bantuan berupa sarana angkutan oleh Bank Indonesia diharapkan dapat membantu anggota kelompok koperasi untuk menjangkau hasil ikan yang telah ditangkap serta mempermudah mobilisasi dan distribusi ke desa-desa anggota kelompok dan konsumen koperasi.

Dari yang sebelumnya para anggota kelompok hanya dapat menjual hasil ikannya terbataskepada masyarakat di daerah sekitarnya, sekarang dengan adanya tambahansarana dan prasarana seperti mobil pick up dapat memperluas akses pasar hingga menjual dengan harga yang lebih kompetitif. (**/RG)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *