Berebuat Harta Warisan, Tangan Si Kakak Nyaris Putus dan Kepala Si Adik Robek

Di Gorontalo Utara, Adik – Kakak Baku Potong

RadarGorontalo.com – Cuma gara-gara cabut patok tanah, dua adik kakak di Desa Leboto Kabupaten Gorontalo Utara, terlibat duel sengit menggunakan senjata tajam. Alhasil, tangan si kakak nyaris putus, sedangkan kepala si adik robek. Ini terjadi, Senin (9/1).

Diduga akibat berebut harta warisan orang tua, yakni sebidang tanah yang terletak di Desa Leboto. Senin (09/01) pukul 18.00 WITA kemarin, adik kakak diantaranya Ibrahim Tangkudung (58) dan Iwan Tangkudung (52) terlibat penganiayaan dengan menggunakan barang tajam. Dan akibat dari kejadian itu, keduanya dilarikan ke Rumah Sakit Jus Desa setempat untuk mendapatkan perawatan medis.

Ceritanya, sekitar pukul 17.55 WITA sang kakak, Ibrahim Tangkudung (58) tengah sibuk mencari sapinya. Tak berselang lama, sang adik Iwan Tangkudung (52) datang menegur kakaknya itu, karena sapi miliknya sudah memakan pisang dikebunnya. Teguran itu, membuat Ibrahim tersinggung. Tak banyak bicara, Ibrahim mencabuti patok-patok tanah milik adiknya itu, dengan alasan itu adalah tanah warisan dan milik bersama.

Suasana pun memanas. Iwan mengur kakaknya, untuk menghentikan ulahnya itu. Tak digubris, Iwan langsung menghunus parang yang dibawanya, dan langsung membacok. Tapi kemudian ditangkis oleh Ibrahim, hingga membuat tangan kanannya nyaris putus. Tak mau kalah, Ibrahim pun menggunakan patok dicabutinya itu, dan membalas dengan memukuli kepala adiknya hingga robek. Untuk kejadian itu disaksikakn sejumlah warga yang langsung datang melerai, sebelum kondisi makin parah. Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Zus.

Kapolres Gorontalo AKBP Purwanto SIK mengatakan, pihak Polsek jajarannya telah menangani kejadian itu. “Barang bukti telah di amankan satu buah parang dan patok pohon kalumpang, dan kasus ini sementara dalam penyelidikan pihak Polsek Kwandang,” tukasnya.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *