Berburu Lailaitul Qadar ala Syarif Mbuinga, I’tikaf Hingga Sahur Bareng Anak Yatim

Syarif Mbuinga saat sahur bersama keluarga dan anak yatim

RadarGorontalo.com – Ramadhan adalah moment dimana seluruh umat Islam, berlomba-lomba berbuat kebaikan untuk mengejar ganjaran pahala. Dan di 10 malam terakhir, ada satu malam yang disebut Lailatur Qadar yang ganjaran pahalanya sama dengan beribadah 1000 bulan. Sama seperti dengan kaum mu’minin lainnya, Bupati Syarif Mbuinga pun tak mau ketinggalan. Kendati siangnya harus disibukkan dengan berbagai agenda, tapi begitu malam tiba, Syarif langsung menghentikan seluruh agenda dunia, dan I’tikaf di Masjid, dan berburu Lailatur Qadar.

Suryadin, Pohuwato.

Memasuki bulan Ramadhan tahun ini, Bupati Syarif bisa dibilang diterpa ujian. Beberapa kecamatan, diterjang banjir yang membuat sang khalifah harus rela bolak-balik ke lokasi banjir, untuk memimpin proses evakuasi, dan memastikan rakyatnya selamat. Belum lagi, dirinya harus disibukkan dengan agenda pemerintahan. Dari sekian banyak hal yang dilakukannya itu, Syarif tetap memastikan ibadahnya tidak boleh terganggu.

Sadar akan fitrahnya sebagai seorang hamba, Syarif selalu menyisihkan waktu untuk tetap menjalankan ibadah selama Ramadhan. Terlebih saat masuk 10 hari terakhir di Ramadhan. Syarif sepertinya meminggirkan rasa lelah yang dirasakannya, demi untuk bisa merasakan nikmatnya ber I’tikaf.

Tepat malam ke 21 ramadhan, setelah menyelesaikan urusan pemerintahan dan urusan pribadinya, Syarif bergegas menuju masjid agung Baiturrahim. Ia berusaha menyempurnakan amal ibadahnya di 10 hari terakhir ramadhan atau yang dikenal dengan fase pembebasan dari api neraka. Syarif sholat qiyamul lail atau sholat malam bersama jamaah masjid agung. Ia berdoa, semoga Pohuwato selalu dijauhkan dari bala bencana.

Ternyata, malam itu juga bertepatan dengan hari ulang tahunnya. Usai sholat, ia pulang ke rudis dan tiba-tiba mendapatkan surprise dari keluarga, pejabat dan koleganya yang datang mengucapkan selamat ulang tahun yang ke 44. Ia pun terharu ketika melihat makanan sahur yang disiapkan di daun pisang. Di malam yang spesial itu, Syarif makan sahur bersama anak-anak yatim dan anak santri Hidayatullah.

Menariknya, gaya Syarif yang begitu religius tersebut, berhasil menginsipirasi banyak orang, terutama para jajarannya. Tak sedikit pegawai, yang aktif memakmurkan masjid. Begitu juga masyarakat umum, mereka begitu mengeluk-elukan Syarif. Sepertinya masyarakat rindu dan butuh dengan pemimpin yang begitu Islami. Semoga yang dilakukan Syarif Mbuinga ini, terus menginspirasi banyak orang. Tak cuma di Pohuwato tapi juga di Provinsi Gorontalo. (**/rg)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *