Bentrok Dengan Aparat, Massa Duduki Kantor Bupati Boalemo

warga pendukung PAHAM bentrok dengan aparat

RadarGorontalo.com – Situasi Kabupaten Boalemo mencekam. Ribuan massa pendukung pasangan Rum Pagau-Lahmudin Hambali (PAHAM) menggelar aksi unjuk rasa besar-besaran di ibukota Kabupaten Boalemo, Kecamatan Tilamuta, Rabu (11/1). Dengan long march yang dimulai dari lapangan Alun-alun Tilamuta, mereka mendatangi kantor KPU Kabupaten Boalemo yang berlokasi di Desa Piloliyanga. Di kantor penyelenggara pilkada tersebut, massa berusaha menerobos barikade aparat keamanan yang terdiri dari unsur Polri, TNI dan Satpol PP.

Situasi memanas ketika ribuan massa dipimpin oleh Jenderal Lapangan Paris Djafar Cs tersebut tak diizinkan bergerak lebih dekat ke kantor KPU Kabupaten Boalemo. Massa terlibat bentrok dengan aparat keamanan yang menggunakan tameng pentungan. Satu unit mobil yang memuat sound sistem aksi mengalami pecah kaca akibat pukulan pentungan aparat keamanan, ketika berusaha menerobos barisan polisi. Kejadian itu pun semakin membangkitkan semangat pergerakan massa untuk masuk ke kantor KPU Boalemo.

Merasa kesulitan menerobos barisan kepolisian, massa yang mulai tak terkendali menghujani aparat dengan gelas plastik berisikan air mineral. Hingga terjadilah bentrok antara massa dan aparat kepolisian. Untung saja, situasi berhasil dikendalikan kembali saat Kapolres Boalemo AKBP.Jefri Yuniardi, S.Ik bersama sejumlah pejabat tinggi Polda Gorontalo dan Polres Boalemo mencoba menenangkan massa. Usai menggelar aksi unjuk rasa kurang lebih selama 3 jam di sekitaran kantor KPU Kabupaten Boalemo, massa bergerak kembali menuju Kantor Bupati Boalemo. Di kantor pemerintahan tersebut, massa berhasil masuk ke dalam dan mendudukinya.

Bahkan, beberapa kaca di Kantor Bupati Boalemo mengalami pecah akibat situasi yang semakin mencekam. Aksi ini sempat melumpuhkan aktifitas di beberapa kantor yang berada di sekitaran Kantor Bupati. Usai menduduki Kantor Bupati selama setengah jam, massa kembali bergerak ke gedung DPRD Kabupaten Boalemo. Di gedung rakyat itu, mereka diterima oleh Ketua DPRD Kabupaten Boalemo Oktohari Dalanggo bersama sejumlah anggota lainnya. Usai berdiskusi dengan Ketua DPRD, massa pun menutup aksi dengan membakar tumpukan ban bekas di halaman gedung DPRD. “Kami siap datang lagi besok (hari ini). Kami akan mengawal terus persoalan yang menyebabkan pencoretan PAHAM ini,” teriak Atox Safana dan Irwan Abbas, selaku orator.

Menyikapi keputusan rapat pleno KPU Boalemo yang menganulir pasangan PAHAM, Rabu(11/1), Sekretaris Tim Pemenangan PAHAM, Alwin Ladiku menyatakan protes. Menurutnya, keputusan KPU Boalemo ini sangat merugikan bagi PAHAM. Sebenarnya, sebagai tergugat dalam persidangan perselisihan Pilkada, KPU Boalemo harus mempertahankan keputusan yang meloloskan pasangan PAHAM di ranah gugatan hukum. “Harusnya KPU bisa mempertahankan keputusan yang meloloskan pasangan calon. Justru yang terjadi sekarang ini, KPU Boalemo malah tidak bisa mempertahankan keputusan itu, hingga berimplikasi pada pencoretan PAHAM.

Dan lebih ironis, KPU terkesan terlalu berhasrat dan berlebihan dengan menjemput putusan tersebut di Jakarta. Ada apa sebenarnya?,” kata Alwin heran. Harusnya KPU menunggu saja sampai putusan itu tiba di Boalemo. Kemudian, KPU mengambil langkah konfirmasi ke pasangan calon melalui LO ataupun Tim Sukses, sebagaimana mekanisme. Untuk itu, Alwin mengaku sangat kecewa dengan KPU Boalemo. Ia mengharapkan, KPU Boalemo gentle menyampaikan informasi ini ke publik. “Kalau begini modelnya, kita bisa berasumsi, KPU ada main-main dalam persoalan ini,” tegas Alwin. (rg-59)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *