Belajarlah Dari David dan Nelson

penghargaan nelson - radar gorontalo

(RadarGorontalo.com) – Sungguh manis apa yang ditampilkan David Bobihoe dan Nelson Pomalingo pada acara  Anugerah Pengelolaan Keuangan Daerah (APKD) yang berlangsung  kemarin di Gedung Kasmat Lahay Limboto, Jum’at (27/05). Keakrapan yang ditampilkan Bupati dan mantan Bupati Gorontalo itu menjadi tontonan yang indah. Dan mestinya suasana seperti itu bisa juga terjadi di daerah lain.

David seorang Bupati yang sangat sukses, dia berhasil menyelesaikan masa jabatannya selama 2 priode dengan manis. Selama memimpin kabupaten Gorontalo, tak pernah ada kegaduhan. Dia benar-benar menjadi sosok yang dirindukan. Lìhat saja ketika David memasuki Gedung Kasmat Lahay, semua pegawai yang hadir pada acara itu berdiri dan langsung memberikan tepuk tangan panjang.

David menebar senyum dan berjalan dengan kepala tegak. Enak memang, mengakhiri masa jabatan dengan sangat terhormat.  Sementara Prof. Nelson, menampilkan budaya baru dalam politik Gorontalo. Dan itu terlihat jelas dari pidatonya. Nampak sekali kalau dia menempatkan pendahulunya itu pada posisi yang sangat terhormat.

Selain David, ada juga tokoh lainnya. Dia adalah Nurlan Darise, yang pernah menjadi Penjabat Bupati Gorontalo. Bersama David, Nurlan mendapat penghargaan kategori tokoh pengelolaan keuangan daerah. “Penghargaan ini diberikan kepada David Bobihoe atas prestasi dan inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah yang meliputi; perolehan opini WTP 5 kali, pencetus MP-TGR, pencetus layanan PROBADUT, pencetuskegiatan APKD, perolehan DID, perolehan Treasury Award dan merintis peloporan keuangan berbasis aktual,” jelas Kepala Dinas PPKAD Kabupaten Gorontalo, Yusran Lapananda.

Sementara Nurlan Darise, yang pernah menjadi Penjabat Bupati periode Agustus 2015 sampai Februari 2016, menurut Yusran, diberikan penghargaan atas prestasi dan inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah, diantaranya pelaksanaan penyelesaian Sensus BMD tahun 2015, dan penerapan Laporan Keuangan Berbasis Aktual. (rg-40/RG-31)

Share

Comments

comments

One thought on “Belajarlah Dari David dan Nelson

  • 31 December 2016 at 07:29
    Permalink

    setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya.
    Menghargai jasa para pendahulu itu mulia, tetapi ironisnya bupati pakaya tdk mendapatkan hal yg sama bahkan GOR dan MENARA itu prestasi beliau Pakaya, namun GOR ibarat susu sapi cap nona menjadi pusara David Tony dan menara ke agungan menjadi pusara tak kenal jasa tuannya

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.