Begini Caranya Ombudsman Tangani Laporan

Ombudsman RI
Ombudsman RI

RadarGorontalo.com – Ombudsman Republik Indonesia sebagai lembaga pengawas pelayanan publik merupakan salah satu elemen terpenting dalam kehidupan demokrasi bangsa indonesia,mengingat lembaga ini merupakan institusi yang diamanahkan oleh undang-undang untuk menangani berbagai keluhan masyarakat korban dari berbagai tindakan melanggar hukum oleh para oknum-oknum tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan wewenang dan kekuasaannya sebagai aparat negara maupun orang-orang perusahaan yang usahanya di biayai oleh uang negara. Atas amanah yang diberikan oleh Undang-undang no 37 Tahun 2008 serta didukung oleh undang-undang ataupun peraturan lainnya, Ombudsman tidak pernah menyepelekan ataupun mengabaikan laporan masyarakat, semuanya terselesaikan sesuai dengan aturan yang ada.

Dibalik upaya penyelesaian laporan, para pimpinan ombudsman baik dipusat maupun di daerah atau perwakilan selalu berkoordinasi dengan para asisten ombudsman yang ditugasi menangani setiap laporan masyarakat yang masuk. Penunjukkan Asisten ombudsman sebagai pelaksana penyelesaian laporan masyarakat sendiri, disesuaikan dengan bidang bidang yang sesuai dengan keahlian yang dimiliki oleh setiap asisten ombudsman. “Tentunya penempatan asisten untuk setiap bidang disesuaikan dengan latar belakang pendidikan baik pendidikan formal maupun pendidikan khusus,” Kata Asisten Ombudsman RI Wahiyudin Mamonto.

Pendidikan formal yang dimaksudkan oleh Wahyudin tentunya yang didapatkan para asisten di bangku kuliah, sementara pendidikan khusus yakni berupa pendidikan dasar keombudsmanan yang wajib diikuti oleh semua calon asisten, pendidikan investigasi bersama ombudsman australia maupun belanda, pendidikan di pusdik reskrim di mega mendung dan di pusdik intelkam polri di bandung, serta berbagai pendidikan pendukung lainnya. Selain pendidikan pendukung tersebut, setiap tahun para asisten ombudsman secara bergiliran mendapatkan kesempatan untuk magang di ombudsman belanda maupun ombudsman australia. Hasil dari setiap pendidikan ini semuanya diaplikasikan dalam manajemen penyelesaian laporan masyarakat.

Wahiyudin menjelaskan, contoh pengaplikasian hasil pendidikan yang di ikuti oleh setiap asisten ombudsman adalah, jika mengikuti metode pembuktian yang digunakan oleh ombudsman australia maka setiap asisten ombudsman dituntut untuk bisa menggunakan matriks pembuktian maladministrasi.

Sementara jika menggunakan metode pembuktian oleh reserse dan kriminal polri maka setiap asisten ombudsman harus mahir dalam membuat anatomi of maladministrasi, merupakan modifikasi dari anatomi of crime yang digunakan oleh banyak penyidik polri. “Jadi tidak ada alat bukti yang kami abaikan jika bicara soal pembuktian,” Ujar Wahiyudin.

Dengan berbagai pendidikan pendukung itu, maka setiap penanganan laporan masyarakat yang masuk ke ombudsman dipastikan diselesaikan sesuai dengan keahlian masing-masing dan tetap memperhatikan undang-undang ataupun aturan internal yang ditetapkan khusus untuk penyelesaian laporan masyarakat.

Wahiyudin mengingatkan masyarakat di seluruh wilayah Provinsi Gorontalo untuk tidak ragu dan tidak perlu takut melapor ke Ombudsman Republik Indonesia, yang saat ini kantor perwakilannya sudah ada di Provinsi Gorontalo sejak tahun 2013 silam. Masyarakat yang mengalami ketidak adilan atau mendapatkan tindakan kesewenang-wenangan oleh instansi vertikal atau pemerintah daerah,kepolisian,maupun perusahaan-perusahaan yang dibiayai oleh APBD dan APBN, silahkan melapor ke kantor Ombudsman Republik Indonesia Perwakilan Provinsi Gorontalo, Jl Arief Rahman Hakim no 62 Kecamatan Kota Tengah, Kelurahan Dulalowo, Kota Gorontalo. “Jika ada yang bertanya bagaimana kalau kemudian ada masyarakat yang kurang puas dengan kinerja asisten yang menangani laporannya, jawabannya adalah di kami ada yang namanya pengawas internal atau lebih di kenal sebagai tim QA yang pengampunya. (RG)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *