Begini Cara Perusahaan Curangi Karyawan

Ribuan buruh saat menggelar aksi demo di depan Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (1/5). Mereka menolak upah murah dan mencabut PP no 78/2015 tentang pengupahan. Foto : Ricardo/JPNN.com
Ribuan buruh saat menggelar aksi demo di depan Istana Merdeka, Jakarta, Minggu (1/5). Mereka menolak upah murah dan mencabut PP no 78/2015 tentang pengupahan. Foto : Ricardo/JPNN.com

JAKARTA – Berbagai cara dilakukan perusahaan agar karyawan tidak mendapatkan banyak haknya sebagaimana yang diatur dalam UU Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Ketua Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI) Sumsel Darius mengungkapkan, perusahaan kerap mengakalinya dengan mengontrak karyawan berkali-kali tanpa batas waktu.

Seharusnya, kontrak kerja hanya boleh dua kali dengan masa maksimal kerja kontrak tiga tahun. Jika lebih dari itu, otomatis karyawan kontrak menjadi pekerja tetap tanpa pengecualian.

Jika terjadi PHK juga ada aturannya. Perusahaan wajib membayar pesangon dengan perhitungan satu tahun kerja plus satu bulan gaji. Maksimal masa kerja delapan tahun ke atas dibayar sembilan bulan gaji.

Di luar itu, ada uang penghargaan yang juga wajib dibayar. Yakni setiap masa kerja tiga tahun dibayar pesangon dua bulan gaji. “Semua problem ini yang dikeluhkan pekerja. Sampai saat ini tidak tuntas-tuntas,” ujarnya.  (uni/bsp/wly/qiw/fad/ce1/iil/JPG/rg)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *