Begini Cara Eduart Mendorong Lahirnya Startup Mahasiswa

Eduart Wolok

RadarGorontalo.com – Menjadikan Universitas Negeri Gorontalo (UNG) sebagai bagian dari entitas perguruan tinggi yang berkualitas, tidaklah mudah. Selain membutuhkan waktu, diperlukan juga kerja keras dengan mengoptimalkan semua potensi dan sumber daya yang ada. Di era revolusi industri 4.0, inovasi di bidang digital menjadi sangat penting.

Menurut Dr. Eduart Wolok, ST, MT, 19 ribu lebih jumlah mahasiswa UNG, harus dipandang sebagai sumber daya, sebuah potensi, yang jika dioptimalkan, khususnya di bidang inovasi digital, bisa memberi dorongan yang kuat bagi pengembangan digital di Indonesia.

UNG bisa memulai itu dengan menggerakkan pertumbuhan ekosistem digital berbasis startup. Dan tentu saja, yang berperan adalah mahasiswa. “19.697 jumlah mahasiswa UNG sangat potensial jika diarahkan pada pengembangan ekosistem digital,” kata Eduart.

Doktor di bidang Managemen Strategik IPB ini mengatakan, peluang merintis dan membangun startup digital di Gorontalo, terbuka lebar. “UNG mempunyai Prodi, Jurusan dan Fakultas yang memiliki basis gagasan dan ide untuk pengembangan dan inovasi startup digital. Hanya saja, butuh sinergitas, kerjasama yang lebih kuat dalam pengembangan potensi tersebut,” kata Eduart.

Menurut Eduart, Indonesia memiliki startup yang berkembang pesat yang memiliki valuasi lebih dari US$ 1 miliar, sebut saja Traveloka, Bukalapak, Tokopedia dan Go-Jek. “Untuk Gorontalo, kita bisa mendorong 5 hingga 10 starup yang bisa dikembangkan,” ungkap Eduart.

Selama 2 periode kepemimpinan Prof. Syamsu Qamar Badu sebagai Rektor, atmosfer akademik menjadi program prioritas. Dan ini bisa ditransformasikan menjadi ekosistem yang memberi ruang bagi hilirisasi hasil-hasil penelitian. “Untuk membangun ekosistem ini, syaratnya adalah, harus ada sinergi internal dan kerjasama eksternal sebagai pengguna hasil riset. Dan itu bisa diwujudkan dalam bentuk startup,” kata Eduart.

Indonesia, termasuk Negara yang sagat pesat pertumbuhan digitalnya. Jumlah startup di Indonesia, mencapai 1705. Ini telah menempatkan Indonesia pada urutan ke-4, berada di bawah Amerika Serikat dengan 28.794 startup, India 4.713 startup dan Inggris 2.971 startup. (RG-31)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.