Bawaslu Tertibkan APK Parpol dan Caleg

Tim gabungan yang terdiri Bawaslu Provinsi, Panwas Kota, Kecamatan dan Kelurahan serta Satpol PP saat menertibkan baliho para caleg

RadarGorontalo.com – Badan Pengawas Pemilu Provinsi Gorontalo, Panwas Kota dan Satuan Polisi Pamong Praja, Selasa (23/10) kemarin melakukan penertiban Alat Peraga Kampanye (APK) berupa spanduk, baliho dan bendera Partai Politik (Parpol) yang menyalahi aturan berupa baliho, spanduk, banner dan jenis lainnya.

Penertiban yang dipimpin langsung ketua Bawaslu Provinsi Zaharudin Umar tersebut juga melibatkan Panwas Kota Gorontalo. Penertiban itu dilakukan sesuai dengan regulasi Pemilu terkait tata cara pemasangan alat peraga kampanye sesuai instruksi Bawaslu Republik Indonesia(RI) yang tertuang dalam Surat Edaran (SE) Bawaslu (RI) Nomor S-0691/K-Bawaslu/PM.00.00/V/2018 perihal pengawasan pelaksanaan kampanye sebelum jadwal tahapan kampanye Pemilihan Umum (Pemilu) 2019.

Lebih lanjut Zaharudin menyampaikan bahwa tidak boleh memasang APK di jalan protokol, jalan bebas hambatan dan sarana publik lainnya seperti tempat ibadah, rumah sakit, gedung sekolah (lembaga pendidikan) serta pohon pelindung, tiang listrik dan tiang telepon atau tempat umum lainnya.

Penertiban ini juga akan ditindak-lanjuti dengan langkah-langkah persuasif dengan menyurati semua parpol peserta Pemilu agar mematuhi aturan dan ketentuan perundang-undangan Pemilu tersebut, dan mematuhi ketentuan pemasangan APK sesuai dengan UU No 8 Tahun 2012, PKPU No 15 Tahun 2013, yang secara jelas menyebutkan bagaimana tata cara pemasangan APK.

“Alhamdulillah, penertiban yang dilakukan Bawaslu menyasar di seluruh wilayah kecamatan di Kota Gorontalo yang terdapat APK yang melanggar aturan yang mendapatkan dukungan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) di kecamatan masing-masing.

“Bukan hanya disini kami lakukan penertiban. Yang boleh hanya dipasang di sekretariat dan posko pemenangan saja untuk APK atau ketika ada acara rapat internal dan kampanye akbar. Sementara, jika dipasang ditempat yang dilarang seperti sekolah atau tempat umum masjid, jalan dan lainnya tetap menyalahi aturan,” terangnya.

Ia juga menyatakan dengan adanya penertiban dimaksudkan untuk membangun demokrasi yang adil dalam Pemilu 2019. “Penertiban ini juga bagian dari membangun demokrasi atau pemilu yang adil untuk seluruh peserta pemilu. Kami mengapresiasi kerja Panwas Kecamatan, Desa dan Kelurahan yang telah menertibkan seluruh APK yang terpasang, bukan hanya di Kota, namun serentak di seluruh Kabupaten se-Gorontalo, tukas Zaharudin sembari menyampaikan bahwa penertiban ini akan dilanjutkan, Kamis (24/10) hari ini.

Sekedar informasi, baliho yang dicopot Bawaslu dan tiom gabungan yakni Baliho calon anggota DPD RI, Indrawanto Hasan, Caleg DPR RI, Idah Syahidah dan puluhan caleg lainnya yang tersebar di 6 Kecamatan yakni Kecamatan Kota Selatan, Kota Timur, Kota Utara, Sipatana, Hulonthalangi, Dumbo dan kecamatan Dungingi. (ADV/31)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *