Batu Nenek Menangis di Pantai Batu Buaya

Pantai Batu Buaya
Pantai Batu Buaya

RadarGorontalo.com –¬†Festival Pesona Boalemo 2016 akan menjadi momentum promosi destinasi wisata. Salah satu andalannya adalah Pulo Cinta. Tapi Kabupaten Boalemo sebenarnya tak cuma punya Pulo Cinta, tapi juga memiliki sederet wisata alam yang tak kalah menariknya. Salah satunya Pantai Batu Buaya dan Batu Nenek Menangis. Destinasi wisata satu ini, memang belum terlalu tenar, tapi keindahan pasir putihnya, hing ga pemandangan alamnya, layak untuk didatangi.

Pantai Batu Buaya berada di Desa Kramat Kecamatan Mananggu, tak jauh dari lokasi gelaran festival pesona Boalemo di Kecamatan Botumoito. Kalau ditempuh dengan mobil, kira-kira bisa makan waktu sekitar 30 menit, dari pusat kota kabupaten. Nama Batu Buaya, tak asal disematkan, tapi warga percaya ada kisah legenda dibalik itu.

Konon dulu, di wilayah Mananggu ada sebuah kerajaan. Sang raja memiliki dua orang putra. Suatu hari, putra yang tertua mengajak adiknya untuk menyebrang ke salah satu pulau terdekat menggunakan perahu. Singkat cerita, saat hari sudah malam, keduanya pun tertidur di pulau. Tapi, sang kakak punya rencana lain. Melihat adiknya tertidur pulas, dirinya langsung pergi meninggalkan pulau membawa satu-satunya perahu yang ada. Diduga ulah sang kakak karena perebutan tahta kerajaan. Pangeran tertua pun mengeluarkan sumpah, siapa yang menyebrangkan adiknya akan jadi batu. Saat hari sudah siang, pangeran muda pun sadar kalau hanya dirinya di pulau itu. saat bingung memikirkan bagaimana menyebrang, datanglah seekor buaya yang menawarkan diri untuk membawa sang pangeran ke bibir pantai. Setiba di bibir pantai, si buaya pun jadi seekor batu, termakan kutukan pangeran tertua.

Pantai Batu Buaya
Pantai Batu Buaya

Memang, kalau melihat kontur pulaunya dari kejauhan, mirip punggung buaya, lengkap dengan mulutnya yang panjang. Kalau pengunjung menjelajah lebih dalm lagi, akan dijumpai susunan bebatuan yang dibawahnya dialiri air. Nah, satu lagi yang menarik dari tempat ini adalah, sebuah batu yang posisi berdiri. Kalau dilihat, sekilas mirip seorang perempuan. Di kepalanya terlihat lubang, mirip mata. Warga setempat menamakan batu sebagai nenek menangis. Batu ini pun punya cerita sendiri.. Kendati berbalut cerita mistis, tapi tempat itu aman untuk dikunjungi. Apalagi bagi mereka yang suka bertualang.
“Batu buaya ini memiliki kaitan erat dengan keberadaan Pulau Bitila. Ada rentetan cerita tentang kisah hidup buaya ini. Nah, lebih menariknya para wisatawan akan mendengar langsung ceritanya ketika mengunjungi kawasan pantai ini,” ungkap Romin Muslim, tokoh pemuda Desa Kramat.

Romin menambahkan, dalam rangka menyambut Festival Pesona Boalemo 2016 ini, pemerintah desa bersama warga masyarakat Desa Kramat melakukan penataan di kawasan pantai Batu Buaya. “Kami berharap, kawasan Pantai Batu Buaya ini menjadi kawasan destinasi unggulan di Boalemo, seperti Bolihutuo, Pulo Cinta, Pulau Idaman dan lain sebagainya,” sambungnya. (onal/rg)

Share

Comments

comments

One thought on “Batu Nenek Menangis di Pantai Batu Buaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.