Banjir, Stok Beras Aman

ilustrasi(Anwar/RG)
ilustrasi(Anwar/RG)

Oktober Malah Deflasi

RadarGorontalo.com – Kondisi banjir yang terjadi baru-baru ini semakin menguatkan prediksi bahwa inflasi besar-besaran akan terjadi diakhir tahun. Namun hal ini ditepis pihak kantor perwakilan (KPW) Bank Indonesia (BI) cabang Gorontalo. Menurut Unggul Priatna, secara global kondisi ini memang belum nampak. Toh juga kalau terjadi, stok beras Bulog masih sangat banyak. “Liat saja banyak bantuan yang masuk ke derah korban banjir. Jadi stok beras kita masih cukup untk 6 – 8 bulan ke depan, tidak perlu khawatir,” jelas Unggul.

Prediksi ini juga dipatahkan oleh terjadinya deflasi pada bulan Oktober, yakni sebesar -0,42 persen (mtm) dimana sedikit lebih rendah dari inflasi bulan sebelumnya. Secara tahunan, indeks harga konsumen (IHK) Gorontalo 2016 juga mengalami penurunan sebesar 2,28 persen (yoy) atau secara komulatif Januari hingga Oktober sebesar 0,21 persen (ytd).

Menurut Unggul, deflasi yang terjadi bulan Oktober didorong oleh penurunan inflasi volatile food sebesar -1,98 persen (mtm). Penurunan ikan segar, bawang merah, dan daging ayam seiring meningkatnya pasokan dan stabilnya permintaan masyarakat menjadi faktor turunnya inflasi.

Selain itu, deflasi pada bulan Oktober sebesar -0,06 persen (mtm) juga didorong oleh penurunan tarif pulsa ponsel dan harga emas perhiasan. Sedangkan tekanan inflasi administered prices tercatat relatif minim dengan tingkat inflasi sebesar 0,23 persen (mtm). “Tekanan inflasi di 2016 diperkirakan jauh lebih rendah dibanding tahun sebelumnya, namun tetap perlu antisipasi resiko inflasi eksternal maupun domestik, terutama gejolak harga beberapa komoditas pangan yang masih tinggi di Provinsi Gorontalo,” pungkas Unggul. (rg-63)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *