Banjir-Longsor Terjang Gorut, Empat Kecamatan Tenggelam

RadarGorontalo.com – Hujan yang mengguyur sejumlah wilayah di Gorontalo sejak Rabu (25/1) malam hingga Kamis (26/1) siang, mengakibatkan beberapa daerah di Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) terkena musibah banjir dan tanah longsor. Terhitung ada empat kecamatan sekaligus di wilayah barat Kabupaten Gorut masing – masing, Kecamatan Monano, Kecamatan Sumalata, Kecamatan Sumalata Timur dan Tolinggula diterjang banjir setinggi satu meter.

Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Nurdin Humolungo menjelaskan, bahwa hujan yang tak kunjung berhenti sejak Rabu kemarin itu mengakibatkan 4 kecamatan sekaligus terendam air. ” Data yang kami peroleh, ratusan rumah terendam di 4 kecamatan itu,” tukasnya saat dihubungi. Data sementara yang ada kata dia lagi, Desa Monas Kecamatan Monano terdapat 28 rumah yang terendam. Berikutnya di Kecamatan Sumalata masing – masing, Desa Hutokalo 30 rumah, Desa Bulontio Timur 40 rumah dan Desa Mebongo 23 rumah. Di Kecamatan Tolinggula bencana ini antara lain menerjang, Desa Tolinggula Ulu 60 rumah, Desa Tolite Jaya 132 rumah, Desa Tolinggula Tengah 138 rumah dan Desa Molangga 26 rumah.

tanah longsor yang memutus jalan Gorontalo utara – Buol

Bukan hanya banjir, 5 titik terjadi bencana longsor yang semuanya menutupi badan jalan trans sulawesi. Hingga tadi malam, akses jalan trans yang menghubungkan Gorut dan Buol Sulawesi Tengah putus. “Kami terus berupaya membersihkan jalan trans sulawesi yang ditutupi lumpur dan pepohonan,” kata Nurdin. Pihaknya sendiri dalam mengevakuasi warga, sudah menyiapkan beberapa titik lokasi evakuasi, seperti bangunan sekolah, mesjid dan beberapa rumah warga. ” Ada 40 KK kami evakuasi di Desa Tolinggula Ulu dan 50 Jiwa lainnya, untuk sementara ditampung menggunakan bangunan-bangunan sekolah di Deme,” jelas Nurdin. Beruntung, hingga berita ini diturunkan bencana alam banjir dan tanah longsor yang menimpa 3 kecamatan di Gorontalo Utara belum memakan korban jiwa. Namun dari peristiwa ini, kerugian cukup ditaksir jutaan rupiah.

Sementara itu, longsor yang memutus akses jalan trans sulawesi, akhirnya terbuka kembali, sekitar pukul 19.30 Wita. Namun, pengguna jalan tetap harus berhati-hati, khawatir longsor susulan. (RG-53)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *