Banjir dan Longsor Intai Dua Kecamatan, Warga Terus Dihantui Rasa Takut

Bencana alam yang terjadi di Kecamatan Dumbo Raya dan Hulonthalangi.

RadarGorontalo.com – Jika masuk musim hujan seperti sekarang, warga di dua kecamatan di Kota Gorontalo, yakni Hulonthalangi dan Dumbo Raya, selalu dihantui rasa takut akan bencana yang setiap saat bisa saja terjadi. Seperti bencana longsor, yang menelan dua nyawa bocah di Kelurahan Tenda Kecamatan Hulonthalangi, belum lama ini.

Kamis (19/04) kemarin, bencana yang sama itu melanda sejumlah rumah warga di Kecamatan Hulonthalangi. Salah satunya di Kelurahan Pohe, yang belum tahu pasti berapa rumah warga yang tertimpah bencana. Bahkan, akses jalan setapak di kelurahan itu nyaris ambruk, beruntung warga setempat bergotong royong memperbaikinya.

Lucy Camat Hulonthalangi mengakui, memang wilayah pemerintahannya itu termasuk zona rawan bencana. Sebab letak geografisnya, berbukit dan terdapat bebatuan serta kerikil. Antisipasi dini terhadap bencana, sudah dilakukan pihaknya bersama isntansi terkait, sebagai upaya menangani bencana. Bahkan pihaknya sendiri, telah mensosialisasikan dan mengajak warga yang bermukim di bawah kaki bukit, untuk direlokasi sementara ke tempat aman. “Berbagai upaya telah kami lakukan, demi kenyamanan dan keamana warga. Namun, warga lebih memilik untuk tetap tinggal di rumah mereka, meski berlokasi di bawah bukit,” terangnya.

Jika di Kecamatan Hulonthalangi, belum diketahui berapa jumlah rumah warga korban bencana. Di Kecamatan Dumbo Raya sendiri, sebanyak 66 rumah warga terrendam banjir. Dari data yang dihimpun Radar Gorontalo di Tempat Kejadian, ada sekitar 76 Kepala Keluarga, atau 290 jiwa yang menjadi korban bencana banjir.

Bencana alam ini sering terjadi saban hari hujan mengguyur Kota Gorontalo, air yang berasal dari atas bukit di wilayah ini langsung menggenangi rumah warga setempat. “Selain air yang berasal dari atas bukit, di lokasi tejadinya banjir, itu tidak terdapat saluran air. Sehingga ketika hujan tiba, dengan cepat menggenangkan rumah warga,” terang Sumaryadi Tone, Camat Dumbo Raya.

Sebagai pejabat pemerintahan kecamatan, Sumaryadi yang masih mengenakan pakaian dinas, langsung mendatangi lokasi bencana. Dan membantu warga, menyelamatkan sejumlah barang berharga milik warga. “Sebelumnya dalam proses pembahasan program kegiatan di Musrenbang, pembangunan infrastruktur itu telah kami usulkan ke Dinas PUPR Kota Gorontalo. Sayang, sampai dengan saat ini bencana itu terjadi lagi, belum juga terrealisasi apa yang kami usulkan. Dan upaya yang kami lakukan saat ini, bersama BPBD Kota menyedot air yang menggenangi rumah warga,” terang Sumaryadi. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.