Bakal Calon Pilwako Belum Penuhi Persyaratan

Ketua KPU Kota Gorontalo La Aba, saat menyerahkan berkas hasil penelitian syarat calon sementara, pada LO tiga pasangan calon di Pilwako, kemarin. (f/Abink)

RadarGorontalo.com – Hasil tes kesehatan ketiga pasangan calon (Paslon) di Pemilukada Walikota (Pilwako) Gorontalo, yang kabarnya mulus tak ada cela, belum merupakan jaminan, ketiga Bakal Pasangan Calon (Bapaslon) akan terakomodir menjadi kontestan resmi dihajatan demokrasi 5 tahunan rakyat ibukota dari provinsi Gorontalo ini. Karena, dari verifikasi sementara di KPU pada tahapan berkas calon, masih ditemukan sejumlah kejanggalan. Diantaranya, pada kelengkapan berkas pendidikan diperguruan tinggi. Kejanggalan diperoleh dari penelitian berkas syarat calon, yang dilakukan KPU Kota Gorontalo selama satu pekan, sejak Rabu (10/01) lalu hingga Selasa (16/01), di perguruan tinggi tempat dimana balon menyelesaikan studi mereka.

“Kami memberikan waktu tiga hari sejak Kamis hingga Ahad nanti, ketiga balon pilwako ini melakukan perbaikan berkas syarat calon. Jika pada waktu yang ditentukan belum juga bisa melengkapi kekurangan berkas tersebut, maka dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat,” tegas Ketua KPU Kota Gorontalo La Aba, S.Pd. M.Pd, usai menyampaikan hasil verifikasi faktual dan menyerahkan hasilnya pada balon Pilwako, ditandai dengan penandatangan berita acara penyerahan.

Temuan yang diperoleh KPU Kota Gorontalo dari hasil kerja mereka, pun dipaparkan La Aba melalui forum terbuka, yakni Pleno terbuka digelar di ruang aula Kantor KPU Kota Gorontalo. Rata-rata hasil verifikasi faktual milik tiga balon Pilwako, dinyatakan belum memenuhi syarat dan masih dalam proses pengurusan di instansi terkait. “Seperti balon walikota Marten A Taha, belum memenuhi syarat karena dalam foto copy ijazah S2-nya, tidak ada tanggal dan nomor. Sama halnya dengan balon wakil walikota Ryan Kono, surat tanda penyerahan laporan harta kekayaan penyelenggara negara dari KPK. Sekaligus dengan surat pemberitahunan pajak penghasilan wajib pajak orang pribadi. Dan foto copy ijazah SMA belum dilegalisir oleh instansi berwenang, juga masing-masing masih dalam proses pengurusan. Selanjutnya, balon walikot Adhan Dambea, belum memasukkan SKCK, yang diketahui masih dalam proses pengrusan. Foto copy ijazah S1 Hukum di Unisan Gorontalo, S1 Sospol Unsrat tidak ada nomor dan tanggal register. Juga foto copy ijazah S2 UGM tidak dilegalisir, kemudian tidak ada daftar nama Tim Kampanye balon pasangan Pilwako. Demikian pula dengan balon wakil walikota Hardi S. Hemeto, SKCK yang masih dalam proses, surat pemberitahuna tahunan pajak penghasilan wajib pajak, dan syarat SPT 2 tahu 2013 dan tahun 2014 masih dalam proses pengurusan. Foto copy ijazah S1 dan S2 tidak ada legalisirnya dan nomor. Terakhir tidak ada daftar nama Tim Kapanye,” jelas La Aba.

“Untuk balon walikota Rom Pagau sendiri, foto copy ijazah SMA belum ada nomor register dan tanggal. Sedangkan balon Wakil Walikota Rusli Monoarfa sendiri, belum mengajukkan surat pengunduran diri sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo,” timpal La Aba.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.