Bacaleg Keluhkan Layanan SKCK dan Kesehatan

RadarGorontalo.com – Proses pengurusan SKCK di Polda Gorontalo dan kesehatann di rumah sakit MM Dunda dikeluhkan bakal calon anggota DPRD. Proses yang lambat dan tidak ada kepastian membuat calon anggota DPRD, mengeluhkan pelayanan dua instansi tersebut.“ Khusus pelayanan SKCK prosesnya selain lambat, juga tidak ada kepastian kapan selesainya. Saya sudah sejak Kamis ( ) mengurus di polda Gorontalo, tapi Selasa (10/7) saya cek, keterangan petugas SKCK belum bisa dikeluarkan disebabkan atasanya yang berwenang menandatangani SKCK tersebut sedang tugas luar. Sehingga mereka belum bisa memastikan kapan SKCK itu bisa keluar dan hanya berjanji akan menghubungi via telp,” ujar Zulkifli Hadi salah satu caleg Nasdem DPRD Provinsi Gorontalo.Menurutnya juga, antrian panjang terjadi di pusat pelayanan Rumah Sakit MM Dunda Limboto. Pasalnya pelayanan hanya menggunakan satu meja, yang digabungkan dengan pelayanan masyarakat. Jam pelayananpun hanya sampai siang sekitar pukul 12.00 wita. “ Antrian panjang tak terhindarkan, karena sepertinya khusus pemeriksaan kesehatan caleg di monopoli dua rumah sakit besar, yakni MM Dunda dan Rumah sakit Aloie Saboe.

Mestinya pelayanan kesehatan tidak dimonopoli dua rumah sakit besar ini. Tapi juga memberikan kesempatankepada Puskemas, mengigat yang membutuhkan surat kesehatan ini, calon anggota legislatif dari kabupaten kota, provinsi hingga pusat,’ ujar Zulhadi lagi.Ia mengakui sudah mengkonfirmasi boleh tidaknya caleg ini mengurus kesehatan di puskemas, langsung ke Ketua KPU Provinsi Gorontalo Fadli Koem. Dan penegasan pihak KPU bisa mengurus di puskemas. Namun demikian pihak puskemas selalu merekomendasi ke rumah sakit MM Dunda atau ke Aloei saboe.Sementara itu, pihak Rumah Sakit MM dunda, Limboto, melalui Kasubag Humas Yacob Meggae menampik adanya isu tersebut. Yacob menjelaskan bahwa pihak rumah sakit sudah memberikan pelayanan yang ekstra maksimal. Hampir seluruh pegawai di rumah sakit diturunkan untuk melayani para pasien serta para Caleg. Bahkan pihak rumah sakit sendiri sudah membentuk tim untuk dapat melayani para Caleg ini dengan baik. Selain itu, jam pelayanan pun kata Yacob, tidak hanya sampai jam 12.00 tapi sampai dengan sore hari bahkan malam hari. Memang benar, kemarin itu ada problem yang dikeluhkan tapi kejadiannya disaat jam istrahat jadi memang pelayanannya belum ada.Intinya, kata Yacob, pihak rumah sakit tetap berkomitmen untuk memberikan pelayanan yang maksimal, dan yang kami layani pun, kata Yacob bukan hanya dari Kabupaten Gorontalo tapi sampai dengan Boalemo”, jelasnya.

Sementara itu, menuru proses pengurusan SKCK di Polda Gorontalo sendiri, menurut Kabid Humas Polda Gorontalo AKBP Wahyu Tri Cahyono, tidak ada persoalan. Karena semua pengunjung yang datang untuk melakukan pengurusan, terlayani dengan baik. Hanya saja Standar Operasional Prosedur (SOP), dalam mengurus dokumen tersebut harus dipatuhi oleh masyarakat. Sebab, tidak sedikit yang mengurus dokumen penting ini, mulai dari mereka yang ingin melamar pekerjaan di bidang swasta, pemerintahan hingga mereka yang ingin mengikuti Pileg. “Kami sebagai institusi yang menyediakan pelayanan ini, tentu menjalankan tugas dan fungsinya sesuai dengan aturan yang ada. Tidak mendahulukan siapa saja, akan tetapi mengedepankan kedisiplinan dalam bekerja,” terang Kabid Humas Polda Gorontalo, saat dihubungi terpisah melalui selular Rabu (11/07) malam kemarin.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.