Ayo Pak, Rebut Ibu Kota

RadarGorontalo.com – Golkar partai besar dan sangat terbuka. Semua kadernya dari mana asalnya bisa menjadi Ketua DPP. Adalah Akbar Tanjung, orang pertama dari luar Jawa yang menjadi Ketua DPP Golkar, lalu Jusuf Kalla dari Sulawesi, berikutnya Aburizal Bakrie dan sekarang DPP Golkar dipimpin oleh Setya Novanto.

Setelah Setnov entah siapa yang akan jadi Ketua DPP, tetapi yang pasti Golkar punya banyak kader yang berlapis. Ketua Golkar Gorontalo misalnya, tokoh yang satu ini dinilai oleh banyak kalangan sangat bisa jadi Ketum DPP Golkar, dan dia sangat memenuhi syarat untuk itu. Punya nama baik, pernah jadi Bupati lalu kini jadi Gubernur 2 priode, jenjang karirnya di Golkar jelas sebelum jadi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, dia menjabat sebagai Bendahara.

Maka kata Hamid Kuna, bukan hal mustahil bagi seorang Rusli menjadi Ketua DPP Golkar. “RH itu penuh dengan kejutan. Saya sudah mengikuti gaya Rusli berpolitik dan bertarung semuanya penuh perhitungan yang matang, dan sangat berani dan elegan. Jadi kalau dia mau menggebrak ibu kota, saya yakin dia mampu,” kata tokoh partai HANURA itu, bahkan dia sangat bangga kalau putra Gorontalo jadi Ketua Umum DPP Partai Golkar. “Saya kira beliau memiliki talenta untuk itu, dari sisi kriteria kekaderan serta kepemimpinan di Golkar sudah terbukti kesuksesannya sebagai Ketua DPD I.

Pengalaman ini tentunya menjadi modal utama menuju jenjang selanjutnya sebagai orang nomor 1 di Golkar,” kata kader PPP AW. Thalib. Sementara itu, pengamat kebijakan publik Universitas Negeri Gorontalo Prof. Yuliyanto Kadji (YK), menjelaskan sudah saatnya Kader Partai di daerah termasuk Rusli Habibie berkiprah dilevel nasional, baik sebagai pimpinan Pusat Partai Golkar maupun pejabat politik di tingkat nasional.

Dengan pertimbangan menurut Prof. YK, pertama, seorang kader partai Golkar seperti Rusli Habibie yang telah menapaki jabatan struktural Partai Golkar di daerah sampai menjadi Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Gorontalo, apalagi telah teruji dan terbukti memenangkan Pilkada baik sebagai Bupati Gorontalo Utara, maupun Gubernur Gorontalo dua periode. “Inilah bukti bahwa beliau terterima di mata publik dan para elit politik di Gorontalo,” ulasnya.

Kedua, modal investasi politik dan investasi sosial yang dimiliki Rusli menjadi spirit yang tak ternilai harganya bagi beliau apabila disupport menjejaki peluang calon Ketua Umum DPP Partai Golkar pasca Setya Novanto. Ketiga, sepak terjang sosial politik Rusli tentunya akan diperhitungkan oleh para kader internal Golkar yang dapat membawa partai Golkar mampu berkompetisi dengan partai politik lainnya, baik di tingkat nasional maupun di tingkat daerah se Indonesia.

Keempat, paling tidak prototipe kekaderan Rusli selama ini di partai Golkar justru akan menguntungkan Partai Golkar di masa depan politik lebih bermartabat dalam kancah perpolitikan di Indonesia. Kelima, pada akhirnya kembali kepada political will pimpinan dan kader partai Golkar di tingkat pusat, apakah memberi ruang gerak selebar-lebarnya kepada Rusli Habibie, dalam menjejali berbagai kemungkinan untuk bertarung secara fair dalam memperebutkan Top Leader Partai Golkar. “Dan saya pikir seorang pak RH tidak akan mengedepankan ambisiusitas politik buta sekalipun dipaksa oleh keadaan untuk maju sebagai kandidat Ketum Golkar pasca Setnov ataupun periode-periode selanjutnya,” pungkas Prof. YK. (rg-50)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.