Awasi Serangan Fajar, 2.979 Pengawas Diturunkan

Pemberi dan Penerima Dipidana

RadarGorontalo.com – Ketatnya pertarungan di pilgub, membuat masing-masing kubu harus memainkan senjata pamungkas, yakni uang. Serangan fajar pun mulai dilancarkan di hari-hari terakhir, hingga sehari jelang pemilihan. Saat ini, diyakini peredaran uang di Provinsi Gorontalo terbilang sangat tinggi, dibanding bulan yang sama tahun sebelumnya. Ancaman pidana, menanti siapa saja yang tertangkap basah melakukan politik uang, walaupun tidak sampai pengaruhi pasangan calon.

Terinformasi, jumlah uang yang beredar di Pilgub kali ini, terbilang sangat besar. Nilainya pun, bisa puluhan miliar. Bank Indonesia (BI) Gorontalo, saat coba dikonfirmasi mengenai hal tersebut, belum bisa bercerita banyak. Dengan alasan, soal peredaran uang, datanya masih dirapikan oleh BI perwakilan Sulawesi Utara. Namun, untuk beberapa pengamat ekonomi mengaku, peredaran uang yang cukup tinggi selama pilkada, memiliki efek negatif. Itu terlihat dari kenaikan harga-harga komoditi khususnya bahan pokok. Tak hanya itu, menurut beberapa sumber, mendeteksi money politik agak sulit. Biasanya, agar tidak tertedeteksi, penarikan uang dalam jumlah besar dilakukan beberapa bulan sebelumnya secara bertahap.

Dari badan pengawas pemilu (Bawaslu) Provinsi Gorontalo, melalui ketuanya Siti Haslina Said mengaku, sudah menurunkan sedikitnya 2.979 pengawas yang tersebar di seluruh tempat pemungutan suara. Tak cuma itu, seluruh pengawas sudah diinstruksikan agar terus mobile, memantau khususnya di titik rawan.

ILUSTRASI (ANWAR/rg)

Lebih lanjut Haslina, mengatakan mekanisme pembuktian terjadi money politik, cukup dengan keterangan saksi, barang bukti dan pelapor. Setelah itu, laporan tersebut akan dibahas melalui Sentra Gakumdu untuk ditindaklanjuti. “Jika sudah ada keterangan saksi, barang bukti ditambah lagi ada pengakuan terlapor, maka laporan money politik dianggap sudah terpenuhi. Selanjutnya akan diproses hukum,” urainya.

Haslina akan menjamin, setiap laporan money politik yang masuk akan tetap diproses dan tidak hanya menggugurkan kewajiban saja. Karena Sentra Gakumdu sudah satu atap dengan Bawaslu, sehingga tahapan penyidikan kasus money politik akan terus dikawal hingga sampai di meja hijau. Namun sayang money politik ini, tidak akan berpengaruh pada pasangan calon, dan hanya berpengaruh pada orang yang memberi. “Tidak berpengaruh pada pasangan calon, tapi yang memberi akan di pidana,” tegasnya. (rg-60)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *