Awas Teror Panah Wayer, Warga Dulomo Selatan Jadi Korban

Alivian Katili (17) warga Dulomo Selatan, yang menjadi korban penembakan panah wayer, yang dilakukan OTK.

RadarGorontalo.com – Penembakan panah wayer oleh orang yang tidak dikenal, kembali terjadi di Kota Gorontalo. Kali ini Alivian Katili (17) warga Dulomo Selatan menjadi korban, penembakan panah wayer sekitar pukul 00.30 Wita pagi dini hari.

Dimana korban bersama rekannya Keflin R. Zakaria, hendak pulang dari berolah raga di salah satu lapangan futsal, dengan menggunakan sepeda motor. Setelah mendekati rumah kediaman di Kelurahan Dulomo Selatan, korban bersama rekannya melihat dua motor berlawanan arah dengan mereka. Tanpa menaruh curiga, korban kemudian turun untuk masuk ke dalam rumah.

Namun baru saja memotong jalan, tiba-tiba korban mersakan ada benda yang tertancam di bagian pinggang sebelah kiri. Setelah berada dalam rumah, kemudian korban mengeluh rasa sakit kepada orang tuanya. Kemudian setelah dilihat, ternyata panah wayer tertancam di pinggang korban dengan berlumuran darah. Hingga akhirnya korban dilarikan ke Rumah Sakit Aloi Saboe (RSAS) Kota Gorontalo, dengan luka yang cukup dalam.

Jenis panah wayer, yang tertancam pada korban memiliki tiga mata, dan dua mata panah wayer yang masuk di bagian pinggang korban. Saat diwawancarai, korban mengaku sempat melihat jenis motor yang berpapasan dengan mereka, namun tidak terlalu jelas. “Kalau saya tidak salah liat, itu motor Mio merah hitam, tapi saya tidak liat jelas karena memang di jalan itu gelap,” ujarnya.

Korban mengaku, jika sebelumnya dia tidak pernah ada masalah dengan orang lain ataupun dengan kerabatnya. “Saya tidak pernah ada masalah dengan orang-orang. Saya salalu cuman di rumah, jarang kaluar,” urainya.

Hal ini pun diakui orang tua korban, dalam kesehariannya korban dikenal dengan sosok pendiam dan tidak pembuat onar. Hingga berita ini diterbitkan, korban belum mendapatkan penanganan medis dari pihak RSAS. (Hel)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *