Awas, Narkoba Gaya Baru di Kalangan Pelajar, Peran Orang Tua dan Sekolah Dibutuhkan

Ilust

RadarGorontalo.com – Fenomena Lem Fox dan sebagainya, yang disebut jenis narkoba gaya baru, diduga ternyata masih kerap melanda kalangan pelajar siswa-siswi di provinsi Gorontalo. Dimana, dari penelusuran yang dihimpun tim Radar Perempuan Gorontalo (PG), mereka para siswa-siswa yang masih mengkomsumsi, salah satunya diduga karena terjerat permasalahan di lingkungan keluarga mereka masing-masing. Seperti broken home, ketidakperdulian orang tua mereka, hingga ada yang karena ikut-ikut trend belaka.

Buktinya, dalam kegiatan sosialisasi kesehatan di sejumlah sekolah yang ada di Kota Gorontalo, baru-baru ini, terungkap ada siswa-siswi yang masih terpengaruh mengkomsumsi narkoba gaya baru tersebut. Bahkan, hal itu diutarakan langsung oleh salah satu siswi, kepada petugas kesehatan yang melakukan sosialisasi di sekolah mereka. Bahwa dirinya masih mengkomsumsi barang-barang yang diduga narkoba jenis baru itu, karena ketidakperdulian orang tua dan keluarganya.

Tidak heran, menyikapi kasus-kasus seperti ini, banyak menuai keprihatinan dari banyak pihak. Salah satunya dari srikandi PDIP, Sriani Hadju, yang duduk di keanggotaan Badan Legislasi (Banleg) DPRD Provinsi (Deprov) Gorontalo. Dimana, Sriani, sudah sejak lama mewanti-wanti, agar perkembangan zaman yang tidak dipungkiri turut disertai dengan pergaulan ala gaya kebarat-baratan yang tidak sedikit diikuti oleh generasi muda di provinsi Gorontalo, agar senantiasa terus dikoordinasikan dan disinergikan pengawasan serta pengawalannya, oleh orang tua dan keluarga, bersama pihak sekolah.

Serta didukung sepenuhnya pengawasan, serta sosialisasi yang terus menyeluruh dari aparat berwenang dan instansi terkait. “Sebab, bagaimana pun, orang tua dan pihak sekolah yang paling dekat pengawasannya dengan anak-anak dan kalangan pelajar, di masing-masing sekolah. Agar mereka, senantiasa menjauhi pergaulan-pergaulan negatif, seperti mengkomsumsi miras (minuman keras), dan narkoba gaya baru ini. Yang dampaknya, tidak hanya mengganggu kesehatan mereka, tetapi juga dikhawatirkan berpengaruh merusak moral mereka, sebagai generasi penerus pembangunan di Indonesia, khususnya di provinsi Gorontalo, di kemudian hari,” jelas Sriani Hadju.

Sementara itu, dari informasi lain yang dihimpun PG di pihak sekolah, mereka menjamin sistem pengawasan terhadap anak-anak didik mereka, saat disekolah, terus lebih diperketat dalam mengantisipasi pergaulan yang menjurus ke arah-arah dan perilaku negatif. “Pertanyaannya, bagaimana ketika mereka, saat berada di luar sekolah. Ini kan butuh juga perhatian dari banyak pihak, dan orang tua mereka masing-masing,” terang pihak sekolah. (pg-12)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *