Awas Mafia Anggaran

RadarGorontalo.com – Catatan akhir tahun memang sering diramaikan dengan ragam kasus tak bermoral. Mulai dari mafia anak, obat-obatan, hingga yang paling rumit ditelusuri, yakni anggaran. Sedihnya, kejadian-kejadian seperti ini sudah banyak terjadi di Gorontalo. Seperti dijelaskan Dirjen Perbendaharaan Negara wilayah Gorontalo, khusus mafia anggaran, yang selalu ramai di akhir tahun. “Ada beberapa oknum yang memanfaatkan kesempatan akhir tahun itu dengan melakukan pemalsuan,” ungkap Kepala Bidang Pembinaan Pelaksana Anggaran PPA I (APBN) merangkap PPA II (APBD), Ahmad Heryawan, Kamis (29/12), diruangannya.

Adapun laporan tersebut, katanya, dari Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan, ke Kanwil Dirjen Perbendaharaan Gorontalo, dimana ada surat yang isinya, mengutus seseorang dengan mendatangi beberapa Kabupaten/Kota, untuk melakukan pemetaan aset. “Intinya, masuk ke Kabupaten/Kota dengan dalih seperti itu. Pastinya jika ada surat tugas, jelas mengharapkan imbalan,” tukasnya.

Selain itu, ada pemalsuan dokumen anggaran DIPA untuk wilayah Kabupaten Pohuwato, di Kecamatan Marisa. “Telah masuk laporan ke kami, dimana oknum ini mendatangi kantor yang belum menerima DIPA, dengan menjanjikan imbalan, kayak calo lah,” terang Ahmad.

Dari Ditjen sendiri menginisiasi peristiwa ini dengan membuat surat edaran, dimana setiap tindakan pemalsuan dokumen dari Kementerian Keuangan harus menyertai izin Kementerian Keuangan. “Alangkah baiknya dikonsultasikan dulu, untuk memastikan sah tidaknya laporan yang dimaksud,” katanya.

Khusus dokumen DIPA, katanya, pihak Ditjen memiliki kode khusus, namanya digital stamp, alias perangko digital. “Jadi memalsukan digital stamp sangatlah sulit. Keamanannya sangat kuat. Namun jika ditemukan, ini jelas pidana pemalsuan,” pungkasnya. (rg-63)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *