ASN Calo Honor, Bisa Dipecat

Potongan lembar laporan masyarakat yang ditujukan ke Pemerintah Kota Gorontalo.

RadarGorontalo.com – Belum juga menikmati secangkir kopi hangat tersaji di atas meja kerja. Dua lembar laporan masyarakat atas dugaan calo honorer, di Dinas Pehubungan (Dishub) Kota Gorontalo sudah menjemput. “Tadinya saya itu mau minum kopi. Tapi karna ada laporan warga, maka saya utamakan pelayanan. Untuk laporannya, sudah kami tindak lanjuti, dan oknum yang dilaporkan akan dilakukan pemeriksaan oleh Inspektorat Kota Gorontalo,” ujar Wakil Walikota Budi Doku, Senin (29/1) pagi.

Dalam laporan itu, warga mengadukan ulah oknum ASN berinsia IJ yang bertugas di Dishub Kota Gorontalo, yang diduga telah melakukan penipuan, dengan cara meminta uang kepada warga dengan iming-iming akan dijadikan honorer di pemkot. Kronologisnya bermula saat oknum ASN IJ, meminta uang sebesar Rp 3 Juta pada Mujana Alimullah. Dengan menjanjikan anaknya yakni Nikma Kurnia Oponu, akan dijadikan sebagai tenaga honorer di Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. Namun karena anaknya belum juga mendapatkan kabar soal pengangkatan sebagai honor, Mujana pun mengambil keputusan untuk meminta kembali uangnya. Tapi yang dikembalikan oknum ASN tersebut, baru sebesar Rp 2.2 Juta. “Bapak IJ saat akan dimintai sisa uang Rp 800 ribu, tidak pernah menanggapi telepon selular kami. Maka dari itu, kami pun mengambil jalur ini,” terang Mujana, warga Kecamatan Dumbo Raya itu.

Kejadian serupa pun, turut dirasakan Nuzul Puluhulawa, anak dari Sri Samsudin Pakaya. Namun yang dialami Sri Samsudin Pakaya, lebih parah dari kejadian yang diderita Mujana. Sebab, oknum ASN AJ beberapa kali meminta uang pada Sri Samsudin Pakaya. Yang awalnya sebesar Rp 7,5 Juta, kemudian Rp 50 Ribu pada Oktober tahun kemarin, dan terkahir pada bulan yang sama sebayak Rp 2,5 Juta. “Kata oknum ASN AJ, Bulan Desember anak saya sudah bisa menjadi honor. Namun sampai sekarang tidak ada infromasinya. Saya mohon kalau bole, uang saya dikembalikan,” terang Sri Samsudin Pakaya.

Ulah IJ sampai juga ke telinga BKD Kota Gorontalo. Sebagai instansi yang membawahi soal kepegawaian, Kepala BKD Ikhsan Hakim berjanji akan menindak tegas. Bahkan kalau perlu, oknum bersangkutan dipecat. tersebut. “Saya mo pecat dia. Pastinya saya akan undang bersangkutan, dan akan suru mempertanggungjawabkan perbuatannya, sekaligus saya akan undang media. Saya akan meminta pihak Badan Pertimbangan Kepegawaian. Persoalan ini akan saya bawa ke Badan Pertimbangan Kepegawaian. Saya tidak berbuat masalah, saya yang kena imbasnya,” tegas Ikhsan. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *