Aparat Minim Fasilitas, Narkoba Masuk Lewat ‘Jalur Tikus’

RadarGorontalo.com – Luas wilayah hukum Gorontalo yang mencapai 12,44 km², memang masih terbilang kecil jika dibandingkan dengan Makassar. Dengan penduduk kurang lebih 1 Juta jiwa, Gorontalo justru menjadi daerah paling aman untuk pendaratan narkoba. Ironisnya, kendati ikut mengamati ‘jalur tikus’ masuknya narkoba, tapi aparat mengaku sulit mengungkapnya. Minimnya fasilitas penunjang, jadi alasan kenapa barang haram itu sulit diungkap.

Informasi yang diperoleh dari sumber resmi, daerah yang paling rawan jadi pintu masuk narkoba adalah Kabupaten Gorontalo Utara. Di sini, narkoba yang masuk diduga berasal dari Sulawesi Tengah hingga Kalimantan. Kendati masuk dalam jumlah besar, tapi tak seluruhnya diedarkan di Gorontalo. Sebagian didistribusi kembali ke daerah tetangga, seperti Sulawesi Utara.

Masih menurut sumber, banyak cara yang dilakukan pengedar untuk mengelabui petugas. Salah satunya dengan memasukkan narkoba ke dalam sapi potong yang didatangkan dari Sulteng. “Alhamdulillah, saya sudah lepas dari narkoba. Barang satu ini sangat merusak. Rumah tangga saya hancur lebur, sampai usaha pun bangkrut,” ungkapnya. Sumber juga mengatakan, kalau kini dirinya sudah benar-benar tobat dan kembali ke jalan yang benar.
Sementara itu, Kepala BNNP Gorontalo Brigjen Pol Oneng Subroto saat dikonfirmasi mengaku, kalau pihaknya juga mengawasi ketat jalur-jalur tikus peredaran narkoba. Pelibatan seluruh aparat penegak hukum, hingga pemerintah daerah setempat pun dilakukan. “Masyarakat untuk andil berpartisipasi mencegah peredaran narkoba di Gorontalo, menjadi harapan besar BNN Goroontalo,” ujar Jenderal satu bintang itu, kala ditemui disela kegiatan BNN Kota Gorontalo Senin (14/05).

Masih terkait jalur tikus, Kasat arkoba Polres Gorontalo Kota AKP Adnan Bakti mengungkapkan, Karena dalam mengungkapkan kasus narkoba itu, jelas tidak mudah. Meski demikian, dengan difasilitas peralatan seadanya, pihaknya pun terus memaksimalkan tugas negara yang dijalani. “Baik itu dengan strategi intelejen yang sering kali dilakukan, ketika pihaknya akan mengungkapkan sebuah kasus narkoba,” tutur Adnan.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *