Antrean Dipangkas, Kuota Haji Gorontalo Bertambah

Ka’bah (foto : istimewa)

RadarGorontalo.com – Kuota haji Indonesia kembali normal, setelah pemangkasan dihentikan oleh Arab Saudi. Dan, Rabu (11/1) kemarin, resmi diumumkan Presiden RI Joko Widodo. Ini adalah kabar gembira. Itu artinya, waktu tunggu calon jamaah haji Gorontalo, yang sampai 11 tahun, bisa jauh berkurang.

Dikutip dari laman Kemenag Gorontalo, saat ini hingga 28 September 2016, tercatat ada 8.567 calon jamaah haji yang sudah mendaftar. Angka itu, terdiri dari 3.135 orang laki-laki dan 5.432 orang perempuan. Jika melihat kuota tahun 2015 hingga 2016, dimana Gorontalo hanya kebagian jatah 719 orang saja atau sekitar 0,425 persen dari 168.800 kuota nasional, maka daftar tunggu bisa mencapai 11 tahun.
Nah, saat ini pemerintah Arab Saudi, kembali menormalkan kuota haji plus menambah bonus 10 ribu jemaah, hingga menjadi 221 ribu untuk tahun 2017. Jika Gorontalo mendapatkan kuota dengan persentase yang sama saja, maka kuota calon jamaah haji untuk tahun ini, bisa naik menjadi 939 orang. Dan antrian, akan jauh berkurang.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pelaksanaan Haji danUmroh Kementerian Agama Abdul Jamil mengatakan, hasil lobi Presiden Jokowi memang harus diapresiasi. Dengan begitu, antrian yang sudah memanjang tersebut bakal berkurang secara bertahap. Meskipun, Jamil belum bisa memastikan apakah tambahan kuota tersebut bakal bertahan dalam pelaksanaan haji 2018.

Namun, dia mengaku sudah menyiapkan hal-hal yang perlu dipenuhi dengan adanya tambahan kuota tersebut. Salah satunya, petugas haji yang bakal mendampingi rombongan. Dengan begitu, kuota petugas dinaikkan 250 orang sehingga total kuota petugas haji tahun ini menjadi 3.500 orang.

Terkait sebaran kuota tambahan, dia menerangkan bahwa pemerintah punya sistem tersendiri yang bakal mendistribusikan kuota secara proporsional. Sistem tersebut bakal menyebarkan kuota berdasarkan patokan seperti wilayah mana dengan populasi muslim lebih banyak. Yang jelas, lanjut dia, setelah pengumuman tersebut Kemenag akan mempersiapkan verifikasi data Jemaah Haji sesuai jumlah kuota yang diumumkan dan kuota cadangan. Kuota tersebut bakal dibagi ke dalam 505 kloter jemaah haji reguler. Dia juga mengirimkan surat edaran kepada seluruh Kepala Kanwil Kemenag Provinsi untuk persiapan paspor dan persiapan administrasi Jemaah Haji.

Dia menambahkan, upaya Indonesia untuk mendapatkan kuota tambahan dari negara sehabat masih harus menunggu dari pemerintah Arab Saudi. ’’Pembagian kuota merupakan hak mutlak dari otoritas di sana. Meski kuota di negara sahabat tak terpakai, kursi kosong itu diserahkan kembali ke Arab Saudi,’’ ungkapnya.

Dari DPR RI sendiri, Wakil Ketua Komisi VIII Sodik Mujahid menyampaikan, kesiapan sejak dini harus segera dilakukan mengingat penambahan kuota yang tidak sedikit. Ada 52.200 ribu kuota tambahan yang diberikan oleh Pemerintah Arab Saudi dari kuota sebelumnya sebanyak 168.800 ribu.  ”Jadikan kuota sekarang 221 ribu dari 168.800 ribu jamaah pada 2015. Kemenag harus lipatgandakan kesiapan, karena kan bertambah cukup banyak,” ujarnya ditemui di Kompleks Parlemen, kemarin (12/1).

Kesiapan ini, kata dia, salah satunya terkait administrsi pendafataran awal. Poin ini jadi salah satu yang sangat penting karena erat hubungannya dengan penerbitan visa. Dia mewanti-wanti, jangan sampai karena buruknya sistem administrasi lalu berdampak pada keterlambatan visa yang dikeluarkan. ”Jangan sampai masalah visa pada 168 ribu jamaah kembali terulang. Lalu beralasan: kita baru tahu. Itukan dadakan,” tegasnya. (rg-34/jpg)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *