Angka Kemiskinan Sulit Turun, Ternyata…

ASN dan Orang Meninggal Masuk Daftar Penduduk Miskin 

RadarGorontalo.com – Yang dilakukan Bupati Syarif Mbuinga sudah sangat benar, terkait validasi data kemiskinan di daerahnya. Bahkan, kalau perlu ditiru oleh daerah lain. Dengan menurunkan 498 ASN lingkungan Pemkab Pohuwato, Syarif akhirnya menemukan ada ASN bahkan orang meninggal yang masih dimasukkan dalam daftar penduduk miskin.

Kepada Radar Gorontalo, Syarif yang dihubungi via seluar, Sabtu (17/12), menuturkan, memang bicara soal angka kemiskinan, bukan hanya Pohuwato yang grafiknya naik, tapi juga secara keseluruhan Provinsi Gorontalo, berdasarkan rilis data Tim Nasional Percepatan Penanganggulangan Kemiskinan (TNP2K) dan Badan Pusat Statistik (BPS). Dan rilis data itu, sudah termasuk nama dan alamatnya. Tapi, memang ada ketidak sesuaian, dengan fakta sebenarnya di lapangan.

Inilah yang kemudian mendasari pihaknya mengkonfrontasi data tersebut. Data BPS dan TNP2K yang sudah dilengkapi nama dan alamat penduduk itupun, sangat memudahkan 498 ASN lingkungan Pemda Pohuwato untuk melakukan verifikasi ulang. “satu ASN satu dusun, dibantu kepala desa, kepala dusun dan dasa wisma. Verifikasi dilakukan by name by adress,” ungkapnya.

Yang menarik, adalah temuan dari tim khusus. Mulai dari orang yang sudah meninggal, hingga anak-anak usia 0-3 tahun pun ikut masuk. Bahkan, ada ASN yang masih masuk daftar penduduk miskin, kendati sudah punya penghasilan tetap. Padahal data dari TNP2K, itu menghitung rumah tangga sasaran dan menghitung jumlah jiwa. “Alhamdulillah, hasil konfrontasi itu, menunjukkan pengurangan signifikan terhadap angka kemiskinan,” timpal Syarif, yang mengaku sedang memimpin rapat, terkait data kemiskinan itu. Data yang diperoleh ASN juga kata Syarif, akan sangat membantu pemerintah daerah untuk menggelontorkan berbagai program kesejahteraan masyarakat, biar lebih tepat sasaran. (rg-34)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *