Anak Walikota, Pilih Jualan Sate Ketimbang Masuk PNS

Ria Kurnia Puspita Sari Taha, putri bungsu Marten Taha, terlihat akrab dengan sang Ibu Jusmiati Taha K Demak.

 

Sebagai anak dari seorang khalifah, bukan perkara sulit bagi Ria Kurnia Puspita Sari Taha untuk jadi PNS, bahkan mungkin mendapatkan posisi empuk. Tapi, putri bungsu Walikota Marten Taha itu justru menolak tawaran itu, dan justru memilih buka usaha kecil-kecilan, hingga akhirnya melamar kerja di salah satu lembaga perbankan.

Abink, Radar Gorontalo.

Saat ditemui di rumahnya, Ria yang memiliki pembawaan ceria itu, sedikit bercerita soal perjalanan hidupnya. Dulu, saat dirinya usai menamatkan pendidikan di perguruan tinggi, sempat bingung memilih karir yang akan dijalaninya. Oleh sang Ayah Marten Taha yang kala itu sudah menjabat sebagai Walikota, sempat menawarkan kepada putrinya, untuk ikut rekrutmen CPNS. Tapi tak disangka, tawaran itu justru ditolak Ria.

Ayahnya sempat kaget dengan penolakan itu. Tapi sepertinya, Ria punya alasan kuat. Dirinya memilih tidak ikut CPNS, karena ingin menjaga nama baik keluarga, dan tak ingin dianggap memanfaatkan jabatan sang Ayah. Hingga akhirnya, Ria memutuskan untuk mendirikan usaha kecil-kecilan. Dibantu beberapa kerabat, Ria pun berjualan sate tuna khas Jepang yang biasa disebut Opay. Kendati mengalami pasang surut, Ria menikmati usahanya tersebut.

Hingga akhirnya, Ria pun memutuskan untuk menulis lamaran ke sejumlah Bank di Kota Gorontalo. dari beberapa bank yang dimasukkan lamaran, semuanya menerima. Ria pun memilih bank daerah sebagai tempat berlabuhnya. “Alahmadulillah waktu itu, berkas saya diterima di semua bank.

Namun tidak mungkin saya mengikuti semua bank tersebut. Dengan penuh pertimbangan yang matang, saya pun memilih Bank Sulut-Go Kota Gorontalo. Salah satu alasannya, supaya saya bisa dekat dengan orangtua saya. Karena sudah lama saya berjauhan dengan mereka, saat saya menuntut ilmu di luar daerah,” jelasnya.

TAK ADA PERLAKUAN SPESIAL

Kendati berstatus putri walikota, Ria tak ingin diperlakukan sepesial di tempat kerjanya. Menurut, Pimpinan Cabang (Pinca) Bank Sulut-Go Syahroni Botutihe, tidak ada yang diprioritaskan atau spesial ketika Ria mengajukan lamaran kerjanya. Seleksi yang dilakukan panitia perekrutan tenaga kerja perbankan di Bank Sulut-Go, sesuai dengan aturan yang ada. “Bukan hanya Ria yang mengikuti seleksi itu, tapi ribuan pelamar juga ikut.

Tak ada yang kami pilih atau prioritaskan, semua tahapan yang ada diikuti Ria. Dan hasilnya baik, Ria dan beberapa pelamar mendapatkan nilai baik,” terang Syahroni.

Bahkan sang Ayah Marten Taha juga mengaku, tidak pernah memberikan tekanan pada ke tiga anaknya. Termasuk Ria, yang memilih bekerja di dunia perbankan.”Satu hal yang saya selalu ingatkan pada anak-anak saya. Jadilah anak yang baik, berguna bagi semua orang. Dan jangan pernah lupa dengan kewajiban akhirat,” tutur Marten.

Sebagai Ibu, Jusmiati Taha K Demak memberikan respon baik serta solusi pisitif, saat putrinya berdiskusi dengannya. “Saya selalu ingatkan pada mereka semua, kalau ada persoalan atau hal yang sulit dihadapi, ceritakan pada kami orangtua. Dan apa yang saya sampaikan pada mereka, alhamdulillah mereka jalani dengan baik, dan memberikan hasil sempurna,” singkat Jusmiati.(abink)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *