Amnesti pajak Buat pengusaha malas..?

ilustrasi (Anwar/Rg)
ilustrasi (Anwar/Rg)

RadarGorontalo.com– Aturan terkait penghapusan denda pajak menuai kritikan dari beberapa kalangan seperti pengamat Dr. Ridwan Tohopi, yang menilai penghapusan denda pajak hanya memberikan peluang kepada pengusaha untuk tidak taat membayar pajak. Karena menurutnya, sudah dibiasakan dengan penghapusan pajak sehingga beberapa pengusaha yang memiliki perusahaan selalu menunda pajak. “Karena mereka berpegangan, toh pasti ada juga penghapusan pajak,” ketusnya sembari menambahkan sehingganya hal ini yang dimanfaatkan sebagian pengusaha.

Padahal kata Dosen Statistik itu, Indonesia hanya berharap dari hasil pajak, jika pengusaha atau perusahaan yang menunda pembayaran pajak yang kemudian tidak dikenakan denda, maka aturan itu hanya membiasakan kepada pelaku usaha untuk tidak taat hukum. Dan maka tentunya aturan itu mendiskriminasi antara pengusaha dengan masyarakat. Lebih lanjut kata Ridwan, masyarakat selalu ditekan untuk taat membayar pajak, sementara beberapa perusahaan terksan dibiarkan.

Contoh kecil kata Ridwan, pembayaran pajak Pegawai Negeri Sipil (PNS) setiap bulan saat menerima gaji. Bayangkan saja kata Ridwan, gaji seorang PNS golongan III A yang kisaran 2 juta lebih dipotong pajak 10 persen dan tidak ada yang menunggak, jadi perusahaan harus wajib membayar pajak dan denda pajak. Dengan besaran gaji seperti itu, seorang PNS hanya hidup dengan uang kurang lebih 100 ribu per hari, sehingga hal ini sangat miris jika ada aturan penghapusan denda pajak.

Dijelaskannya, yang lucu juga di Indonesia ini yang penduduknya didominasi agama Islam, sebagian taat membayar pajak tapi tidak taat membayar zakat. “Pikiran banding dari saya, dan perlu dikaji oleh Pemerintah, bahwa pemerintah harus merevisi PP yang memuat jika perlu orang yang sudah bayar zakat tidak perlu bayar pajak, toh zakat juga kembali pada rakyat bahkan nominal membayar zakat lebih besar dari pajak. Sebagaimana peraturan pemerintah nomor 38 tentang pembayaran zakat,” ketusnya. (rg-60)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *