Alhamdulillah. Polemik Universitas Gorontalo, Selesai

Dosen – Karyawan Tak Jadi Mundur

GORONTALO (RadarGorontalo.com) – Tiga hari selang aksi demo petisi 2 Mei oleh puluhan dosen dan karyawan Universitas Gorontalo, sejak kemarin sebagian dari mereka mulai bersikap untuk kembali ke pangkuan ibu pertiwi kampus perjuangan Universitas Gorontalo. Kepada RADAR Gorontalo saat bertandang ke ruang kerjanya, kemarin Ketua Dewan Pengurus Yayasan Pendidikan Duluwo Limo lo Pohala’a (YPDLP) Gorontalo Jamal Mooduto membenarkan hal tersebut.

Dikatakannya, dari 23 dosen dan 3 karyawan yang mundur, sebagian besar telah kembali. Bahkan, beberapa diantaranya menitikkan air mata terharu karena masih diterima kembali. “Kami sangat memahami suasana batin dosen dan karyawan saat demo. Itu merupakan bentuk solidaritas mereka,” ungkapnya. “Dan kalau mereka kembali kami membuka diri, karena dosen dan karyawan adalah aset yayasan,” sambungnya.

Terpisah, salah seorang dosen yang tak mau dikorankan namanya yang sebelumnya telah menyatakan mengundurkan diri, menyatakan bahwa tuntutan mereka hanyalah perbaikan gaji. “Itu semangat solidaritas yang kami bangun. Namun akhirnya kami menyadari bahwa perjuangan murni ini telah ditunggangi oleh kepentingan diluar UG dan yayasan. Kami juga menemukan kejanggalan ternyata 5 butir dalam petisi telah melenceng jauh dari semangat solidaritas yang dibangun. Didorong oleh kesadaran itu, akhirnya kami memilih kembali dan menarik surat pengunduran diri,” tuturnya dipenuhi rasa penyesalan yang begitu besar.

Sementara itu soal informasi tentang SK pangkat/golongan dan gaji dosen dan karyawan sebelumnya sudah disampaikan kepada Herdi Mohammad selaku korlap aksi dan Samad Hiola, terhitung beberapa jam atau pukul 02.00 wita dini hari sebelum dilangsungkannya demo, melalui WA oleh ketua yayasan. Namun sayangnya, hal ini tidak diteruskan ke teman-teman dosen dan karyawan.
Selanjutnya, beberapa dosen dan karyawan sudah membuat surat pernyataan dan ditandatangani diatas materai terkait demo tersebut.

Adapun 4 poin yang menjadi isi surat pertanyaan,

  1. Mengutuk dan mengecam segala bentuk aksi demonstrasi yang dilakukan pada tanggal 2 mei 2016,
  2. Menyatakan bahwa serikat dosen dan karyawan UG adalah ilegal dan tidak memiliki payung hukum yang sah sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku,
  3. Menyatakan menarik dukungan atas petisi 2 Mei 2016 dan
  4. Kami senantiasa mendukung segala bentuk keputusan dilakukan oleh YPDLP Gorontalo dalam upaya perbaikan sistem di lingkungan UG.

Sedikitnya ada 66 dosen yang membuat pernyataan. (RG-56)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *