Alat Kesehatan ‘Ilegal’ di Kamar Kos

Kamar nomor 12, gudang sekaligus kantor penyimpanan Alkes Ilegal.(f/Bink)

RadarGorontalo.com – Siapa sangka, bangunan berlantai dua yang memiliki 28 ruang kamar, menjadi tempat penyimpanan alat kesehatan sekaligus kantor. Yang jadi masalah adalah, kantor yang dipimpin oleh pria bernama Rantau itu tidak memiliki izin distribusi. Alhasil, kamar kos yang dijadikan kantor itu, disegel oleh tim terpadu kesehatan, Selasa (20/3).

Alkes ilegal yang disegel petugas diantaranya, urine bag biasa dan gantung, Umbical nilon dan klasik, Stomach tube, Alcohol one mad dan botol biru kadar 70 persen. Kemudian Betadine, USG Jell, Kasa Rol, Kasa steril kokat, Pompa Asi, Spinocan, dan Condom catether. Selain itu, Kapsul O dan OO, Gelang anak dan dewasa, Kertas Ikg, Safety Box 5 liter, Pisau 23, Leucoplast ukuran 7.5×4.5, Alkafil dan masih banyak lagi. “Ini ilegal, karena tidak memiliki izin resmi. Bahkan kami sendiri tak mengetahuinya. Ini sudah jelas-jelas melanggar aturan, karena setiap penyaluran seharusnya memiliki ijin resmi,” tegas Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo, Dra Susiyana Muis, MS. Parahnya lagi, terkuak aksi jual alkes ilegal ini sudah dilakoni Rantau, sudah setahun lebih.

Dimana sejumlah barang tersebut dijual ke rumah sakit swasta, yang ada di Kota Gorontalo. Dibantu oleh karyawatinya berinisial SYP, melakukan pendataan dan pendistribusian alkes ilegal itu, ke setiap rumah sakit. “Barang ini kami peruntukan khusus rumah sakit Pak, tidak untuk dijual bebas,” ungkap SYP, wanita berhijab itu.

Izin resmi dari perusahaan induk yang ada di Makassar, menjadi ‘tameng’ bagi Rantau sendiri, membantah tudingan tim terpadu. Padahal jelas-jelas dirinya tak mengantongi izin distribusi, dari instansi terkait yang ada di Gorontalo. “Memang saya belum mengantongi ijin resmi distributor. Namun saya menganggap ijin distribusi dari perusahaan induk Makassar, sudah cukup digunakan di Gorontalo,” terang Rantau.(rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.