Alasan Low season, Tiga Maskapai Penerbangan Gorontalo Ditutup Sementara

Ilust by Anwart

RadarGorontalo.com – Pembatalan penerbangan dari dan ke Gorontalo oleh tiga maskapai masing-masing Citilink, Lion Air dan batik air, mengundang tanda tanya. Low season atau permintaan untuk berpergian ke suatu tempat rendah, sepertinya bukan alasan tepat.

Pasalnya, khusus untuk Garuda, Citilink sendiri, justru penumpang selalu penuh. Dalam surat edaran resminya, Kamis (1/11) kemarin, Lion Air menyampaikan pembatalan penerbangan untuk maskapai lion air dan extra flight untuk maskapai batik air, periode November 2018.

Walaupun tidak berurutan, namun pembatalan dilakukan sampai 18 hari. Sedangkan citilink, melakukan pembatalan selama 10 hari. Power Silaholo Kepala Bandara Djalaludin Gorontalo saat dikonfirmasi membenarkan adanya pembatalan penerbangan dari tiga maskapai tersebut.

Menurutnya, ini lebih dikarenakan kurangnya jumlah penumpang alias low season. Pembatalan inipun dimanfaatkan untuk melakukan maintanance pesawat. “Maskapai tidak terbang apabila tidak imbang operasional dengan penumpang,” ujarnya.

Kendati demikian, pembatalan tidak dilakukan berturut-turut, namun selang seling. Penerbangan tetap ada, hanya tidak berurutan waktunya. “Contoh tanggal 1 terbang, tanggal 2 cancel, tanggal 3 terbang lagi dst,” timpalnya lagi. Meski begitu, Power juga mengakui low season tahun 2017, tidak separah yang terjadi di tahun ini.

Sementara itu, Kadis Perhubungan Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro saat dihubungi semalam membenarkan adanya informasi pembatalan penerbangan dari sejumlah maskapai penerbangan. Namun Jamal tidak bisa menjelaskan alasan pasti dari maskapai Garuda, Citilink dan Lion Air.

“Saya juga sementara meminta konfirmasi dari kepala perwakilan maskapai di Gorontalo. Jawaban mereka memang membenarkan adanya pembatalan penerbangan dari dan ke Gorontalo pada November ini.

Hanya saja mereka mengatakan bahwa ini merupakan kebijakan dari kantor pusat, sehingga mereka tidak bisa menjelaskan lebih detail lagi,” kata Jamal. Jamal sendiri menyayangkan adanya kebijakan tersebut, terlebih lagi pembatalan penerbangan dilakukan saat jumlah penumpang dari dan akan ke Gorontalo, terus meningkat.

“Terinformasi bahwa alasan operasional dan commercial optional seat capacity menjadi salah satu faktor penyebab adanya pembatalan tersebut. Saya juga tadi sempat protes kenapa tiba tiba seperti ini, karena baik Garuda, Citilink maupun Lion Air, saat ini seatnya selalu penuh.

Namun mereka mengatakan tidak bisa mengambil keputusan apapun, karena ini merupakan kewenangan pusat,” jelasnya. Pernyataan Kadishub Provinsi ini senada dengan salah satu pegawai di Citilink yang enggan namanya dikorankan.

Alasan yang diterimanya, pembatalan penerbangan dilakukan dengan alasan operasional. “untuk Detail Operasionalnya apa, saya tidak dapat informasinya. Tapi kalau ingin lebih jauh bisa ke Jakarta untuk meminta statement dari Corporate Secretary Citilink, karena kami tidak diperbolehkan membuat pernyataan atau statement,” ungkapnya.

Tapi dilain pihak, sumber ini mengaku soal penumpang, justru citilink lagi bagus-bagusnya, sebagai dampak tidak lagi beroperasinya maskapai Sriwijaya di Gorontalo. (rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.