Akibat Pengalihan Guru, Anggaran Mengalami Defisit

Optimis, 2017 Ekonomi Membaik

RadarGorontalo.com – Walaupun hasil perumusan anggaran Pemerintah Provinsi Gorontalo tahun 2017 mengalami defisit Rp. 109 miliar, ketergantungan pada keuangan pemerintah masih menjadi faktor utama penentu perkembangan ekonomi Gorontalo tahun ini. Hal ini dijelaskan langsung pihak kantor perwakilan wilayah (KPW) Bank Indonesia (BI) Gorontalo, Unggul Priatna, Senin (9/1).

Unggul menjelaskan, penyebab utama defisit anggaran karena pengalihan pembiayaan guru SMA/SMK dari Pemkab/Kota ke Provinsi, tidak diimbangi dengan kecukupan anggaran. Total dana tambahan untuk Dana Alokasi Khusus (DAK) hanya sebesar Rp. 106 miliar. Sementara total belanja untuk gaji 2.930 guru SMA/SMK sebesar Rp. 217 miliar. “Jadi Pemprov terpaksa mengubah kebijakan anggaran, yakni memangkas belanja publik yang selama ini mencapai 70 persen dari total APBD tahun 2016 menjadi 40 pesen di tahun 2017,” jelas Unggul.

Memang selama ini besarnya dana pemerintah yang diberikan kepada Gorontalo dapat mempengaruhi pembagunan. Ditambah pendapatan asli daerah (PAD) Gorontalo belum bisa berbicara banyak, penggunaan anggaran daerah yang selalu molor, apalagi bicara investasi. Padahal 3 hal ini yang seharusnya diperkuat pemerintah, agar daerah tidak terlalu bergantung pada keuangan mereka. “Kita masih ketergantungan dengan uang pemerintah, jadi ketika ditanyakan perkembangannya, liat saja uang daerah,” tukasnya.

Faktor lain, jelas Unggul, adalah ketergantungan daerah pada sektor primer, yakni sektor pertanian, dimana sektor ini merupakan sektor unggulan sebagai primer mover pembangunan ekonomi daerah. “Saya kira dua hal ini yang menjadi tulang punggung ekonomi selama ini,” terang Unggul.

Namun demikian, melihat prospek kedepan, kata Unggul, perekonomian Gorontalo untuk keseluruhan pada tahun ini, diperkirakan membaik jika dibandingkan tahun 2016, dengan tingkat pertumbuhan pada kisaran 6 persen hingga 6,4 persen (yoy). Menurut Unggul, sumber utama peningkatan pertumbuhan ini berasal dari masih kuatnya permintaan domestik dan perbaikan ekspor. “Konsumsi rumah tangga, LNPRT, pemerintah, investasi baik bagunan dan non bangunan, hingga ekspor impor barang dan jasa akan semakin kuat di 2017. Namun saya lebih mengharapkan sektor swasta kita pulih, sebab suku bunga kita lebih rendah tahun ini, harga komoditas naik, dan adanya repatriasi tax amnesty,” ungkap Unggul.

Triwulan I nanti, perekonomian Gorontalo diperkirakan akan mencapai 6,2 persen hingga 6,6 persen (yoy). Dan masih bersumber dari permintaan domestik, sementara perbaikan dari sisi eksternal seperti halnya investasi, masih relatif terbatas. Dari sisi penggunaan, kinerja konsumsi rumah tangga, konsumsi lembaga non profit rumah tangga (LNPRT) dan ekspor menjadi pendorong utama kinerja perekonomian Gorontalo triwulan I, seiring masuknya musim panen raya dan pelaksanaan Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur pada bulan Februari. Sedangkan untuk kinerja konsumsi pemerintah dan investasi, diperkirakan akan mengalami perlambatan pertumbuhan, dikarenakan adanya pertumbuhan struktur APBD yang menjadi dominan anggaran belanja aparatur, serta belum adanya proyek strategis baru di Gorontalo. (rg-63)

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *