Air Mata Keluarga Pejuang, di Lagu Gugur Bunga

Walikota Gorontalo Marten A Taha, saat bernyanyi bersama lagu Gugur Bunga, bersama lansian keluarga pahlawan.(F/rahmat)

RadarGorontalo.com – Merinding mendengarkan suara mereka, tertatih-tatih bernyanyi, namun lirik lagu itu masih melekat dibenak mereka. Bergetar bibir mereka, kala menyebutkan lirik lagu Gugur Bunga. Sesekali tissu digenggaman tangan, mengelap air mata yang membasahi pipi. Lagu itu seakan mengingatkan para lansia penghuni Panti Werda Kota Gorontalo itu, akan keluarga mereka, yang gugur kala berjuang untuk kemerdekaan negeri ini 72 tahun silam.

Abink, Radar Gorontalo.

Seujung tongkat terbuat dari besi, jadi alat bantu satu wanita tua diantara 12 lansia, yang berjalan dibarisan paling depan memimpin langkah mereka menuju podium. Para keluarga pahlawan ini, diundang khusus Walikota Gorontalo Marten A Taha, sebagai wujud penghargaan atas jasa keluarga mereka, yang telah memerdekakan negeri ini. Hati Walikota pun terpanggil, saat suara mereka menyanyikan lagu pahlawan Gugur Bunga, di hadapan banyak orang. Hingga akhirnya, berdiri sejajar dengan mereka bernyanyi bersama.

Musik pun sudah berhenti, tak ada lagi diantara mereka yang bernyanyi, di hadapan para pejabat SKPD Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo. Namun satu diantara mereka masih terus meneteskan air mata, dan mengelap pipinya hingga tissu digenggamannya sobek akibat dibasahi air matanya. “Teringat lagu itu saya sedih, keluarga saya enam orang tentara (TNI) dan pejuang di tahun 1945. Marga Lihawa, dia Robin Lihawa salah satunya,” ucap Jami Olii lansia berusia 76 tahun itu, yang kerap disapa Oma Jami.

Ia kisahkan, 45 tahun silam ia berkeluarga hingga suaminya mendahuluinya (Meninggal.red), dirinya tak dikaruniai anak. Dalam setiap sujudnya, sebuah doa turut dipanjatkan untuk arwah sang suami tercinta, dan ke enam keluarganya pejuang itu. Tak kala suatu hari di panti jompo Werda Kota Gorontalo, tepat di hari peringatan Hari Pahlawan Jumat 10 November pekan kemarin. Air matanya tak berhenti menetes, saat dirinya mendengar dan menyaksikan upacara peringatan hari Pahlawan, yang disiarkan di Tv Nasional. “Pernah waktu hari pahlawan baru-baru, saya menangis terus ada nonton upacara hari pahlawan, dengan lagu Gugur Bunga. Teman saya sempat kasi hibur, kalau saya jangan lagi menangis. Tapi saya tidak kuat,” ungkap Oma Jami, sembari mengucapkan kalimat memohon ampun pada Allah SWT (Istighfar.red).

Dirinya berharap, perhatian yang diberikan Pemkot Gorontalo terhadap keluarga pejuang, akan terus berkelanjutan. “Makasih banyak pak Wali, kami bahagia semoga sukses,” tuturnya.(BinK/RG)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *