Ada Apa 5 Politisi Nasdem di Kejati? Yuk, Simak apa kata Rustam

Para politisi Nasdem saat menyambangi kantor Kejaksaan Tinggi, Kamis kemarin

RadarGorontalo.com – Ada yang menarik dalam pertemuan Lima politisi Partai Nasdem Gorontalo, Rustam Akili, Mikson Yapantu, Budi Doku, Roni Imran dan Ridwan Monoarfa dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo Firdaus Dewilmar, Kamis (4/1) kemarin.

Dalam silaturahmi itu, bukan sekedar pertemuan biasa, sebab dalam kesempatan itu membahas beberapa kasus besar yang kini ditangani Kejaksaan Tinggi Gorontalo salah satunya Outer Ring Road (GORR).

Rustam Akili yang menjadi promotor dalam silaturahmi itu mengatakan, perkara dugaan korupsi GORR sudah menjadi rahasia umum. Sehingga sangat perlu Kejati Gorontalo, segera menyelesaikan perkara yang ditangani selama 2018.

“Ini sudah masuk 2019, agar tidak menjadi beban ditahun ini, sangat perlu Kejati segera menyelesaikan tunggakan perkara ini baik itu kasus Tipikor ataupun Pidum,” harapnya.

Lebih lanjut kata Rustam, kedatangannya di Kejati Gorontalo bukan dalam rangka mempresur ataupun mengintervensi Kejati Gorontalo, melainkan hanya sekedar mengingatkan, jangan sampai tunggakan kasus di tahun 2018, akan terulang lagi di tahun 2019 ini.

Dengan begitu, dugaan korupsi GORR segera diberikan kepastian hukum, jika memang sudah cukup 2 alat bukti segera menetapakan status tersangka bagi yang terlibat aktif, namun jika belum cukup alat bukti ataupun tidak terbukti segera di SP3.

Mengingat Kejati Gorontalo, merupakan tebaik satu nasional dalam penanganan kasus Korupsi. Hal ini kami apresiasi, karena merupakan prestasi terbaik tingkat nasional.

“Sayang prestasi ini akan tercoreng dengan ketidak jelasan perkara dugaan korupsi GORR,” tegasnya. Sementara itu Kajati Gorontalo Firdaus Dewilmar, usai pertemuan itu menjelaskan sampai dengan hari ini, kasus GORR masih dalam proses.

Pihak Kejati Gorontalo saat ini masih terus melakukan koordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait dengan ahli. Sebab KPK, telah menyurati Kejati Gorontalo yang mempertanyakan tindaklanjut penyidikan perkara GORR.

“Kami juga sudah berkoordinasi dengan BPKP terkait dengan perhitungan kerugian keuangan negara. Dalam waktu dekat ini kami juga akan berkoordinasi lagi dengan BPKP, yang akan mempertanyakan apakah masih ada lagi yang kurang terkait dengan alat bukti dan barang bukti, agar perhitungan kerugian negara segera dilaksanakan,” ujarnya. (RG-57)

Share

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *