Rahmat Himran : Kami Siap Gugat Polda

Rahmat Himran

RadarGorontalo.com – Proses pengurusan ijin pelaksanaan Deklarasi #2019 Ganti Presiden di Gorontalo, masih bergulir di Mapolda Gorontalo. Kejelasan kegiatan yang menggerakkan ribuan massa ini, bisa dilaksanakan atau tidak, masih menunggu hasilnya. Ketua Tim Deklarasi Ganti Presiden, Rahmat Imran mejelaskan. Jika pihaknya tak diberikan ijin oleh Polda Gorontalo, maka pihaknya siap menggugat Polda Gorontalo ke tingkat lebih tinggi.

“Kita akan gugat pihak Polda Gorontalo. Karena tidak ada alasan untuk tidak diizinkan agenda tersebut,” tegas Rahmat, saat dihubungi terpisah melalui pesan selular.

Secara rinci Rahmat menjelaskan, proses pengurusan ijin sudah ditaatinya, mulai dari melampirkan sejumlah berkas yang isinya bermuatan tujuan dari deklarasi itu. Serta menaati proses yang akan dilakukan Polda Gorontalo, dalam menerbitkan surat dokumentasi ijin itu. “Pihak Polda Gorontalo mengatakan, proses pengurusan ijin ini, sebelum ijin itu dikeluarkan, terlebih dahulu Polda Gorontalo akan membahas kegiatan itu, dalam rapat Forkopimda.

Dan kami sebagai pemohon ijin, telah memasukkan berkas permohonan sejak jauh hari, maka kami pun sampai dengan saat ini menunggu hasil rapat yang dilakukan Polda Gorontalo, terkait tindak lanjut dari permohonan ijin tersebut,” terang Rahmat.

Sepertinya Polda Gorontalo masih bimbang memberikan ijin, terkait pelaksanaan kegiatan tersebut. Bahkan, Polda Gorontalo masih terus mempelajari kejadian deklarasi yang sama, di daerah luar Gorontalo.

Kapolda Gorontalo Brigjen Pol Rahmat Fudail pun, enggan berkomentar lebih, ketika ditanyai soal penerbitan ijin deklarasi Ganti Presiden di Gorontalo. Mirisnya lagi, Jenderal Bintang satu ini, hanya membalas pertanyaan itu dengan sebuah video yang didalamnya bermuatan larangan deklarasi ganti presiden. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.