8.309 KPM Bone Bolango Terima Bantuan PKH Non Tunai

Foto bersama usai Penyerahan secara simbolis bantuan sosial non tunai PKH dan penyerahan hadiah kepada anak KPM berprestasi oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitasi, Kemensos RI, Bambang Sugeng kepada 350 KPM di Kecamatan Kabila, Selasa (29/8). (Kadir/rg)

RadarGorontalo.com – Sebanyak 8.309 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Bone Bolango menerima bantuan sosial non tunai Program Keluarga Harapan (PKH) tahap III tahun 2017. Bantuan sosial non tunai PKH untuk 8.309 KPM di 18 kecamatan di Kabupaten Bone Bolango ini, diserahkan secara simbolis Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitasi, Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Bambang Sugeng kepada 350 KPM di Kecamatan Kabila, Selasa (29/8).

Bambang Sugeng saat membacakan sambutan tertulis Menteri Sosial RI, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan PKH sebagai bagian dari penanggulangan kemiskinan harus diperluas dan dioptimalisasikan di berbagai lini. PKH diharapkan memberi kontribusi dalam penurunan kemiskinan hingga 5-6% pada tahun 2019. Untuk target perluasan jangkauan PKH di tahun 2018 akan menyentuh angka 10 juta KPM.

Bambang Sugeng menyebutkan, kegiatan penyaluran bantuan sosial non tunai PKH tahun 2017 ini merupakan bagian proses pelaksanaan PKH. Untuk itu, Kemensos berharap peserta PKH juga mendapatkan program bantuan sosial lainnya yaitu Program Indonesia Pintar, Program Indonesia Sehat, Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), kelompok usaha bersama (KUBE), usaha ekonomi produktif, Rumah Tinggal Layak Huni (Rutilahu), maupun Program Subsidi Energi agar mereka cepat terentas dari kemiskinan.

Lanjut Bambang Sugeng, Kemensos mengharapkan dukungan dan kerjasama pemerintah daerah dan mitra kerja lainnya yang selama ini sudah terjalin dengan baik, dapat diteruskan dan ditingkatkan. Selain itu, dukungan dan layanan perbankan yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (HIMBARA) diharapkan dapat mempermudah KPM PKH mengakses layanan keuangan iklusif.

Penarikan uang bantuan oleh KPM pada agen BRILink disaksikan langsung oleh Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitasi, Kemensos RI, Bambang Sugeng, Sekda Ishak Ntoma, dan Kadisos Mery Ngadju usai launching PKH Non Tunai

Sementara itu, Sekda Ishak Ntoma atas nama pemerintah daerah menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya untuk Kemensos yang telah memberikan perhatian khusus dan memberikan pengalokasian PKH yang sudah beberapa tahun di nikmati oleh rakyat Bone Bolango. Karena itu, Sekda mengimbau kepada KPM untuk tak lupa bersyukur dan lebih fokus mendoakan kepada pemerintah Indonesia dan Pemkab Bone Bolango agar tetap diberkahi oleh Allah SWT dan dijauhkan dari segala bencana, diberikan kemudahan untuk mengurus rakyatnya, sehingga rakyatnya bisa keluar dari keterpurukan dan kemiskinan.

Sekda mengajak kepada KPM di Bone Bolango melalui PKH ini agar bisa mewujudkan keluarga yang sehat dan cerdas, serta berjuang dan perpacu untuk keluar dari kesulitan, keterbelakangan, dan dari garis kemiskinan. Sudah 10 tahun PKH di Bone Bolango kita nikmati, sudah cukup untuk kita bagaimana membuktikan diri bahwa PKH yang diberikan pemerintah nasional kepada rakyat Bone Bolango tidak sia-sia.”Mari segera kita wujudkan keluarga yang sehat dan cerdas lewat bantuan PKH ini, dan benar-benar keluarga yang berkualitas, menuju Bone Bolango Cemerlang,”imbau Sekda Ishak Ntoma.

Oleh karena itu, dana yang diberikan lewat PKH ini tolong dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar kita bisa berhasil guna dan berdaya guna.”Dengan demikian pemerintah nasional pasti akan senang dan bangga, karena kita memanfaatkan bantuan PKH ini dengan sebaik-baiknya,”tandasnya.

Direktur Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitasi, Kemensos RI, Bambang Sugeng, Kadisos Bonbol Mery Ngadju saat pose bersama korwil, Korkab, serta pendamping dan operator PKH Bone Bolango

Sebelumnya, Penyusun Bahan Pelayanan Kessos DIT.RSPD, Kemensos RI, Reddy Nudraha dalam laporannya menjelaskan bahwa bantuan sosial yang diserahkan dari Kemensos RI untuk Kabupaten Bone Bolango tahun 2017 sebesar Rp42.239.660.000, terdiri dari bantuan PKH Non Tunai sebesar Rp15.704.010.000 bagi 8.309 KPM. Selanjutnya, bantuan Beras Sejahtera (Rastra) sebesar Rp 23.105.250.000 bagi 12.225 keluarga, bantuan sosial disabilitas sebesar Rp 86.400.000 bagi 24 jiwa, bantuan sosial lanjut usia sebesar Rp1.144.000.000 bagi 572 jiwa, dan bantuan UEP-KUBE sebesar Rp2.200.000.000 bagi 800 keluarga. “Bantuan yang diterima oleh KPM yang semula bervariasi sesuai dengan tingkat pendidikan dan kondisi kesehatannya maka pada tahun 2017 diberikan flat sebesar Rp1.890.000/tahun dan Rp2.000.000 bagi Lansia diatas 70 tahun dan penyandang disabilitas berat. Bantuan diterima sebanyak 4 kali dalam setahun, masing-masing sebesar Rp500.000 pada setiap tahapnya,”pungkasnya. (RG-46)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *