600 Pemilih di Taluditi, Terancam Tak Punya Hak Pilih di 2019

RadarGorontalo.com – Sedikitnya, 600-an pemilih di desa Puncak Jaya, kecamatan Taluditi kabupaten Pohuwato, terancam, tidak akan memilih atau tak punya hak pilih di Pemilu Legislatif (Pileg) dan Pemilu Presiden (Pilpres) yang serentak akan digelar pada 2019 mendatang. Pasalnya, data kependudukan mereka, berupa KTP, tidak terbaca atau terinput di data kependudukan catatan sipil (dukcapil), sebagai warga desa Puncak Jaya. Alias, diduga masih terinput sebagai warga desa Marisa 6, yang notabene sebagai desa induk dari pemekaran desa Puncak Jaya. Padahal, pemekaran desa Puncak Jaya, sudah terjadi lebih dari 3-5 tahun silam.

Hal itu diungkapkan oleh Anggota Komisi I Deprov Gorontalo, Ilham Kuntono, yang juga anggota legislatif (aleg) Deprov, dari daerah pemilihan (dapil) VI Boalemo-Pohuwato, kemarin. “Jika dibiarkan kondisi seperti ini, dikhawatirkan ini akan menjadi kasus nasional, karena ada ratusan masyarakat yang sudah lama menetap di desa hasil pemekaran, yakni di desa Puncak Jaya tersebut. Tetapi, dari input data yang didapatkan di Dukcapil, data mereka tidak terbaca. Dan, diduga masih terdata dengan domisili di desa induk Marisa 6,” ungkap politisi PKS tersebut. “Olehnya, terkait hal ini, saya berencana akan menkonsultasikan langsung ke Dirjen Dukcapil di Kemendagri RI. Kok, data ratusan masyarakat yang mempunyai hak pilih seperti itu, bisa hilang atau tidak terbaca di input data KTP,” pungkas Ilham Kuntono. (rg-28)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.