4774 Anak Yatim-Piatu Dipelihara Daerah

RadarGorontalo.com – FAKIR MISKIN dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara, tidak hanya merupakan amanat UUD 45. Tapi, akan menjadi investasi akhirat, bila kita turut peduli dan mengamalkannya.

Ayi Ilham, Gorontalo

DI USIANYA yang genap akan memasuki tahun ke 16 di 5 Desember 2016 pekan depan, provinsi Gorontalo telah mengakomodir sedikitnya ada 44 Panti Asuhan (PA), tersebar di 6 kabupaten/kota se provinsi Gorontalo. Dari 44 PA tersebut, yang terdata penghuninya, hingga di bulan November tahun 2016 ini, berjumlah 4774 anak-anak asuh, yang mayoritas mereka adalah anak-anak yatim piatu. Namun sayang, untuk penanganannya, ke arah mereka mendapatkan kesejahteraan yang lebih layak, diluar kebutuhan kasih sayang yang mereka dambakan, masih terkendala dengan minimnya anggaran, baik dari pemerintah pusat, maupun dari pemerintah provinsi Gorontalo sendiri.

Buktinya, dari data terakhir yang dihimpun RADAR Gorontalo di Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, untuk alokasi anggaran yang dikucurkan pemerintah pusat (APBN) dalam menangani anak-anak PA di provinsi Gorontalo ini, diporsikan Rp 1.1 juta per anak, per setiap tahunnya. Meski pengucurannya, dilakukan via transfer bank, langsung ke anak asuh yang bersangkutan, namun besaran anggarannya dinilai begitu pas-pasan, untuk kebutuhan hidup mereka sehari-hari. Karena, setelah dipotong untuk biaya lauk pauk, administrasi dan sebagainya, anggaran seperti uang jajan mereka ke sekolah, sehari-hari, terakomodir hanya Rp 700 perak untuk setiap harinya. Atau, masih lebih sedikit, bila dibandingkan dengan standar harga rokok per batang yang berlaku saat ini, yang rata-rata Rp 1000 (seribu) per batang. “Dari anggaran Rp 1,1 juta per anak, per tahun yang kami dapatkan dari APBN itu, bila dihitung klasifikasi hariannya, maka uang harian setiap anak asuh di Panti Asuhan yang kami tangani itu, Rp 1000 (seribu) per hari. Jika dipotong dengan biaya administrasi dan sebagainya, maka uang harian mereka, seperti uang jajan ke sekolah itu, paling banyak Rp 700 perak per hari,” ungkap Kepala Bidang Penanganan Panti Asuhan di Dinas Sosial Provinsi Gorontalo, Rahman Husain, saat berbincang-bincang dengan RADAR disela-sela menanti giliran pembahasan APBD 2017 di Deprov Gorontalo, Sabtu (26/11).

ilustrasi (Anwar/RG)
ilustrasi (Anwar/RG)

 

Ditanya, jika dari APBN Rp 1,1 juta per anak per setiap tahunnya, bagaimana dengan kucuran anggarannya dari Pemprov, khususnya untuk APBD 2017 mendatang? Adakah kepedulian Pemprov, memberi dukungan tambahan anggarannya, untuk penanganan anak-anak yatim piatu ini? Rahman mengaku, belum detail mengetahuinya, karena belum diketuk penganggarannya. “Olehnya, saya mewanti-wanti staf dan jajaran di bidang penanganan panti-panti asuhan ini. Jangan pernah terpikir, apalagi sampai melakukan tindak pidana korupsi. Tapi, mari kita berupaya semaksimal mungkin, agar anak-anak yatim piatu ini, adalah tidak beda dengan bagian dari keluarga kita juga, masyarakat di provinsi Gorontalo. Karena, tidak hanya jelas dalam UUD 45, fakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh negara. Tetapi juga, akan menjadi investasi akhirat bagi kita, untuk turut peduli dan membantu mereka,” jelas Rahman.

DUKUNGAN DEPROV 

Sementara itu, 2 anggota Banggar Deprov Gorontalo, Suharsi Igirisa dan Haspida Tahjudin, sangat terkejut dan merasa prihatin, mengetahui dukungan anggaran yang masih begitu minim untuk penanganan anak-anak yatim piatu yang dikelola di panti-panti asuhan yang tersebar di provinsi Gorontalo ini. “Olehnya, insya Allah terkait dukungan anggaran dari provinsi, untuk penanganan anak-anak yatim piatu di panti-panti asuhan ini, akan kita perjuangkan di pembahasan APBD 2017 nanti, untuk penambahannya yang memadai. Harapan kami, mereka, anak-anak panti asuhan, adalah bagian dari saudara-saudara kita juga. Yang harus kita beri perhatian dan bantuan, untuk mendapatkan kesejahteraan, dan menikmati hidup, layaknya anak-anak seusia mereka,” jelas kedua srikandi Deprov, dari Partai Golkar dan Partai Hanura ini. (*/RG)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.