36 Pejuang Sipil, di Pertempuran Simpang Lima Telaga

ilustrasi (anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Dari 63 makam pahlawan yang ada di taman makam pahlawan (TMP) Gorontalo, tersimpan cerita perjuangan 36 rakyat sipil, yang berhasil menghalau pemberontak yang akan merebut wilayah Telaga di tahun 1958. Mereka terlibat dalam pertempuran hebat, di Perlimaan Jembatan Telaga yang akhirnya menggugurkan sedikitnya 11 orang diantara 36 warga yang disebut dengan partisipan pejuang.

Sertu Sudarmaji anggota Kodim 1304 Gorontalo yang bertugas menjaga makam pun bercerita sedikit tentang sejarah perjuangan 36 warga sipil itu. Tepat 17 April 1958 perang pertumpahan darah itu terjadi, antara partisipan pejuang kemerdekaan RI melawan pemberontak, di atas Jembatan simpang lima Gorontalo. Upaya merebut wilayah Telaga, berhasil dihalau oleh partisipan pejuang, hingga terus berjuang dan berhasil merebut kembali Kota Gorontalo. Perjuangan yang dilakukan masyarakat Gorontalo, yang disebut (Partisipan) tak sia-sia, meski dalam pertempuran tersebut menggugurkan 11 orang.

Penghargaan besar bagi partisipan pejuang, yang meninggal di medan perang itu. Pun kata Sertu Sudarmaji, selain nama mereka dicatat oleh sejarah, jasad mereka pun sangat layak di makamkan di Tempat Makan Pahlawan (TMP). Bahkan, mereka termasuk diantara 63 pejuang, yang disebut TMP. “ke 11 partisipan itu gugur disaat waktu bersamaan, sedangkan yang lainnya gugur karena sakit, pasca melawan sekutu,” jelas Sertu Sudarmaji.

Dari data yang ia miliki, ada sebanyak 36 partisipan pejuang yang gugur perang pada setengah abad lalu itu. Semuanya adalah masyarakat Gorontalo, mulai dari bermarga Nai Tei, Igrisa Arsad, Anasi, Akomuli, Botutihe, Muna, Ndjamudin, Sude, Talawo. Kemudian, marga Husain, Dalanggo, Suleman, Mohamad, Lartotiyo, Imando, Suke, Karnani, Arumasi, Abdulah, Iyoto. Dan marga Noho, Isali, Lasimu, Dunggio, Pakaya, Kayoto, Mooduto, Hulopi, Budhani, Hasan, Adiko, Andrianusmurtiso, Trianto, dan Lauba.  “Setiap tahun tepat pada peringatan Kemerdekaan RI, TMP ini banyak dikunjungi masyarakat. Tidak lain merupakan keluarga dari pejuang, yang meninggal di medan perang,” jelas Sertu Sudarmaji.

TMP yang terletak di Kecamatan Telaga Kabupaten Gorontalo itu, berisi 186 makam. Dari penjelasan Sertu Sudarmadji anggota Kodim 1304 Gorontalo, dari total 186 makam, 63 diantaranya adalah pejuang yang gugur di medan perang kala melawan penjajah. Sisanya, 126 makam adalah prajurit yang gugur bukan di medan perang atau disebut Taman Makam Bahagia. Dari 63 makam pahlawan itu, ada 5 makam yang tak memiliki identitas. Hingga kini, tak ada satupun keluarga atau kerabat dari 5 pemilik makam itu, yang mengkonfirmasi tentang identitas mereka. (rg-62)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.