3 Kelurahan di Kota Gorontalo Lebih Mirip Desa

BPS Gorontalo (istimewa)

RadarGorontalo.com – Hanya karena masuk wilayah ibu kota provinsi, tiga wilayah ini masing-masing Pohe, Tanjung Kramat dan Leato Selatan, menyandang status kelurahan. Padahal jika merunut aturan sebenarnya, maka menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Gorontalo, tiga kelurahan itu lebih layak disebut desa ketimbang kelurahan.

Kepala Statistik Sosial Mohamad Fadlian Syah, menjelaskan penggolongan kelurahan menjadi desa perkotaan dan desa perdesaan, biasanya dilakukan oleh BPS untuk keperluan statistik dan keperluan lainnya yang berhubungan, dengan analisis dan perencanaan pembangunan. Sebagai contoh, BPS biasanya menggunakan klasifikasi desa perkotaan perdesaan sebagai dasar untuk merencanakan kegiatan sensus atau survei. Disamping itu bila sampelnya memungkinkan, dalam penyajian dan analisis data juga dibedakan menurut daerah perkotaan dan daerah perdesaan.

Dijelaskannya, perlu diketahui daerah perkotaan, adalah suatu wilayah administratif setingkat kelurahan, yang memenuhi persyaratan tertentu dalam hal kepadatan penduduk, persentase rumah tangga pertanian, dan sejumlah fasilitas perkotaan, sarana pendidikan formal, sarana kesehatan umum, dan sebagainya. Sementara daerah perdesaan, adalah suatu wilayah administratif setingkat desa yang belum memenuhi persyaratan dalam beberapa hal seperti yang sudah disampaikan. Nah tiga kelurahan yang ada di Kota Gorontalo, menurut BPS belum masuk spesifikasi perkotaan atau masih masuk spesifikasi perdesaan. (rg-60)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *