28 Koperasi di Gorontalo Terancam Dibubarkan

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Dari sekian ratus koperasi yang tersebar di Kota Gorontalo, ada 28 yang terancam dibubarkan. Dan ditutup oleh pihak Kemeneterian Koperasi dan UKM (Kememkop dan UKM) RI, karena dinilai tidak jalan. Bahkan disebut tidak pernah memberikan kontribusi pada daerah, serta memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak mempuni. “Karena tidak pernah memberikan kontrubusi, yang tujuan menjadi penopang perekonomian daerah. Terpaksa 28 koperasi yang ada di Kota Gorontalo, kami masukkan dalam daftar pembubaran,” ujar Deputi Restrukturisasi usaha Kemenkop dan UKM RI Ir. Yuana Sutyowati, MM, ketika ditemui disela kegiatan APEKSI yang dipusatkan di Rumah Danas Walikota Gorontalo, Kamis (06/07).

Pernyataan deputi itu turut diakui Kadis Ketenagakerjaan, Koperasi dan UKM (Dinasnekerkop dan UKM) Kota Gorontalo Drs. Ben Idrus. Bahwa menurutnya, penilaian dari Deputi 28 koperasi itu merupakan koperasi yang tidak sehat. “Sebagai unit usaha mitra Pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo, peran koperasi penting untuk kesejahteraan masyarakat. Sayanya, yang diberikan 28 koperasi itu bertolak belakang dengan apa yang diprogramkan Pemkot Gorontalo. Seperti pengembangan usaha koperasi. Wajar jika Kemenkop dan UKM RI akan membubarkannya,” jelas Mantan Kadis Pendidikan (Kadiknas) Kota Gorontalo itu.

Harapan dan upaya yang akan dilakukan pihaknya tambah Ben Idrus, yakni tidak ingin 28 koperasi itu dibubarkan. Dan akan mengundang koperasi yang dimaksud, untuk memberikan penguatan, baik dalam bentuk program pelatihan serta bimtek. “Kewenangan untuk membubarkan koperasi, itu sepenuhnya di pihak Pemerintah Pusat dalam hal ini Kemekop dan UKM RI. Namun saya berharap, 28 koperasi itu jangan dibubarkan, kami akan melakukan upaya-upaya terobosan inovasi, supaya koperasi tersebut lebih baik lagi,” terang Ben Idrus.(rg-62)

Berita Terkait

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *