2019, Bandara Pohuwato Mulai Beroperasi

RadarGorontalo.com – Selain mendorong pengembangan Bandara Djalaludin Gorontalo, salah satu proyek yang juga diusulkan Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) adalah pembangunan Bandara Pohuwato.  Hal ini sebagaimana diungkapkan Kadishub Djamal Nganro disela sela rapat kamis (02/03).

Dijelaskan bahwa untuk Bandara Pohuwato sudah diakomodir oleh Bappenas dan telah disepakati pembangunannya, dan ditergetkan tahun 2019 sudah bisa digunakan.

Lebih lanjut dikatakan, sebagian besar usulan program sebenarnya sudah dibahas pada pertemuan di Bogor beberapa waktu lalu, temasuk bandara dan angkutan darat.

Sementara itu, terkait landasan pacu Bandara Djalaluddin Gorontalo, Djamal mengungkapkan bahwa Pemprov sudah mengusulkan untuk mengulas kembali master plannya, agar kedepan menjadi Bandara Embarkasi Haji, dimana saat ini untuk Kawasan Timur Indonesia, baru Bandara Sultan Hassanudin Makasar yang menjadi embarkasi haji penuh.

“Selain itu, pengembangan Bandara Djalaludin ini diharapkan bisa menjadi jaminan sarana transportasi udara bagi wisatawan asing yang ingin ke Gorontalo.

Kita lihat sekarang di Manado Sulawesi Utara, banyak wisatawan khususnya asal Tiongkok yang datang ke Manado, apalagi mereka sudah memiliki penerbangan langsung dari China – Manado, sehingga ini bisa kita manfaatkan untuk bisa menarik para wisatawan itu singga ke Gorontalo,” jelasnya.

Selain itu, Pemprov juga telah mengsulkan Dermaga Pelabuhan Anggrek, menjadi pusat konektivity pusat bongkar muat barang, terutama untuk penambahan panjang dermaga yang saat ini baru 300 meter menjadi 500 meter.

Hal ini dimaksud agar bisa lebih menarik dan membarikan jaminan kepada investor untuk berivestasi di Gorontalo, karena untuk sarana perhubungan baik laut maupun udara semuanya sudah maksimal.

Selain itu juga pemerintah daerah juga mendorong, angkutan darat khususya melayani anak sekolah, karena sangat dibutuhkan untuk mendukung program pendidikan, termasuk mendukung aksesibilitas program pariwista.

Namun khusus untuk pelabuhan anggrek karena ini sifatnya strategis akan dilanjutkan pembahasanya di Bappenas dengan kementrian perhubungan, dan akan mengundang Pemprov Gorontalo, yang nantinya akan dipimpin oleh Sekdaprov. (RG-25)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.