14 Kasus Korupsi Ditangan Kejati, 6 Kasus Belum Ada Tersangka

ilustrasi (Anwart/RG)

RadarGorontalo.com – Sebanyak 14 kasus dugaan tindak pidana korupsi, kini ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati)Gorontalo. Bahkan menurut Kepala Kejaksaan Tinggi Gorontalo Made Suratmadja SH, MH, dalam setiap kasus yang ditangani, diperkirakan kerugian negara mencapai angka miliaran rupiah.

Dalam konfrensi pers disela-sela peringatan hari bhakti Adhiyaksa ke 57, Senin (16/7). Kajati menjelaskan, dari total keseluruh kasus korupsi yang ditangani, 8 diantaranya sudah naik ke tahap penyidikan, sedangkan 6 sisanya lagi baru penyelidikan, itupun belum ditetapkan siapa tersangkanya. Semua masih diperiksa sebatas saksi.

Keenam kasus dugaan korupsi yang sementara dilidik itu diantaranya, pembangunan gedung DPRD Kabupaten Gorontalo 2008, Pungutan Liar di Dinas Sosial provinsi Gorontalo tahun anggaran 2014-2016, pembangunan bendungan Longalo dan jaringan air bersih di Balai Sungai Wilayah II 2015, Pungutan Liar di Dinas Sosial provinsi, pengadaan alat-alat kesehatan di Dinas Kesehatan Boalemo 2014-2015, penyimpangan Tunjangan Sertifikasi Guru atau Tunjangan Profesi Pendidik (TPP) dan dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan diruamah sakit Ainun Habibie.

“Kasus ini masih ditingkat penyelidikan dan belum ada ditetapkan tersangkanya. Akan tetapi diperkirakan kerugian negara ditimbulkan pada setiap kasus ditangani mencapai milyaran rupiah ” ungkapnya lagi.

Dirinya pun menegaskan, 6 kasus korupsi ditingkat penyelidikan ini terus dipacu penuntasanya hingga proses pengadilan nanti. ” 6 kasus ini menjadi prioritas dituntaskan 2017, walaupun tim satgas Jaksa dan anggaran memadari kita terbatas ” pungkasnya. (tr-10/rg)

Share

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.